Tanda Tangan Ternyata Bisa Berubah Seiring Waktu
- 04 Sep 2026 10:14 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta - Tanda tangan menjadi bagian yang akrab dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menandatangani dokumen resmi hingga transaksi perbankan. Meski terlihat sederhana, goresan tinta tersebut ternyata menyimpan karakteristik gerakan yang kompleks. Dalam ilmu forensik, tanda tangan bahkan dapat dianalisis untuk membantu menentukan keaslian sebuah dokumen.
Salah satu fakta menarik, tanda tangan seseorang tidak selalu identik setiap kali dibuat. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Forensic Sciences menunjukkan bahwa gerakan saat membentuk tanda tangan dapat mengalami perubahan, termasuk dalam kecepatan, tekanan pena, durasi goresan, dan kelancaran gerakan. Artinya, sedikit perbedaan antara dua tanda tangan seseorang tidak otomatis menunjukkan bahwa salah satunya palsu.
Perubahan tersebut juga dapat terjadi seiring bertambahnya usia. Studi terhadap 42 orang dewasa sehat berusia 60 hingga 91 tahun menemukan bahwa penuaan berkaitan dengan perubahan sejumlah parameter gerakan ketika seseorang membubuhkan tanda tangan. Durasi dan ketidaklancaran gerakan meningkat, sedangkan kecepatan serta tekanan pena cenderung menurun. Temuan ini menjadi salah satu pertimbangan dalam pemeriksaan tanda tangan secara forensik.
Fakta lainnya, tanda tangan tidak hanya dinilai dari bentuk akhirnya. Dalam pemeriksaan modern, para peneliti dapat memperhatikan aspek dinamis seperti kecepatan, tekanan, akselerasi, posisi goresan, hingga perubahan gerakan dari satu titik ke titik lainnya. Penelitian terbaru bahkan menggunakan pendekatan matematika dan machine learning untuk membedakan tanda tangan asli dan tanda tangan simulasi.
Menariknya, perkembangan teknologi juga membuat tanda tangan digital menjadi objek penelitian tersendiri. Studi yang melibatkan 80 orang menemukan adanya sejumlah perbedaan antara tanda tangan yang dibuat menggunakan perangkat digital dan pena di atas kertas. Namun, sebagian besar perbedaan tersebut dinilai kecil dan tidak secara mendasar menghambat perbandingan dalam pemeriksaan forensik.
Meski demikian, masyarakat perlu berhati-hati terhadap anggapan bahwa bentuk tanda tangan dapat digunakan untuk memastikan kepribadian seseorang. Penilaian semacam itu dikenal dalam praktik grafologi, tetapi pemeriksaan tanda tangan forensik memiliki tujuan berbeda, yakni menilai keaslian atau karakteristik tulisan berdasarkan bukti yang dapat diperiksa. Kajian ilmiah menunjukkan pemeriksa forensik terlatih memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan orang awam dalam membedakan tanda tangan, meskipun pemeriksaan tersebut tetap memiliki kemungkinan kesalahan dan hasil yang tidak selalu konklusif.
Dengan demikian, tanda tangan bukan sekadar coretan nama. Di balik setiap goresannya terdapat koordinasi gerak tangan yang dapat berubah karena usia, kondisi penulisan, alat yang digunakan, serta faktor lainnya. Karena itu, ketika keaslian sebuah tanda tangan dipersoalkan, pemeriksaan sebaiknya dilakukan menggunakan metode forensik dan oleh tenaga ahli, bukan hanya berdasarkan kemiripan bentuk secara kasatmata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....