Halo RRI: Karhutla Kaltim Meluas, Warga Minta Penguatan Pemadaman
- 31 Agt 2026 20:40 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mulai dirasakan masyarakat melalui menurunnya ketersediaan air dan terganggunya pemenuhan kebutuhan pokok.
Kondisi tersebut disampaikan Sarnesius, warga Kutai Barat, saat menyampaikan aspirasinya dalam program Halo RRI “Suara Anda Solusi Bersama” yang disiarkan Pro 1 RRI Samarinda, Senin 31 Agustus 2026 pagi.
Menurut Sarnesius, kondisi kemarau yang diperparah dengan kebakaran hutan dan lahan membuat sejumlah sumber air mengalami penyusutan. Sungai mulai surut, sementara beberapa danau bahkan mengering. Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin kesulitan memperoleh air bersih.
“Sungai surut, danau mengering, debu di mana-mana dan kabut asap. Kami berharap pemerintah bisa memberikan dukungan pemadaman yang lebih kuat, termasuk pesawat atau helikopter pemadam kebakaran,” ujar Sarnesius.
Ia menilai penanganan Karhutla membutuhkan dukungan peralatan yang lebih memadai, terutama untuk menjangkau titik api yang sulit ditangani secara langsung oleh petugas di lapangan.
Sarnesius juga mengingatkan dampak Karhutla tidak berhenti pada persoalan lingkungan dan ketersediaan air. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas masyarakat, termasuk penyediaan bahan pokok.
“Akibat Karhutla ini bukan hanya berdampak pada penyediaan air bersih, tetapi juga memengaruhi penyediaan bahan pokok untuk masyarakat,” katanya.
Kekhawatiran tersebut sejalan dengan kondisi Karhutla Kaltim yang masih menjadi perhatian pemerintah. Hingga Agustus 2026, Pemprov Kaltim bersama pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, dan relawan telah menangani Karhutla dengan luasan mencapai 1.595 hektare.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....