Kapolres PPU Ingatkan Anggota Bahaya Jerat Judi Online
- 30 Agt 2026 20:12 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, PPU - Kemudahan akses teknologi digital ternyata juga membawa ancaman serius, salah satunya maraknya praktik judi online. Kondisi ini menjadi perhatian khusus Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara.
Di hadapan personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Penajam Paser Utara, Kapolres memberikan penekanan agar seluruh anggota tidak hanya menjauhi judi online, tetapi juga tidak terlibat dalam aktivitas apa pun yang dapat mendukung praktik perjudian.
Arahan tersebut disampaikan dalam kegiatan pencegahan perjudian online yang digelar di Ruang Satpas Satlantas Polres PPU, Jumat 28 Agustus 2026.
Tidak sekadar memberikan arahan, kegiatan dikemas dengan pendekatan edukatif melalui nonton bareng film No More Bets. Film tersebut menjadi media untuk menggambarkan bagaimana praktik perjudian online dapat menjerat seseorang hingga berdampak pada kehidupan pribadi, keluarga, maupun lingkungan sosial.
Kapolres PPU menegaskan, anggota Polri harus menjadi pihak yang mampu menjaga dirinya dari godaan judi online sekaligus memberikan contoh kepada masyarakat.
“Jangan pernah mencoba-coba judi online. Sekali terlibat, bisa menjadi kebiasaan dan pada akhirnya merugikan diri sendiri, keluarga, bahkan dapat mencoreng nama baik institusi Polri,” ucapnya.
Ia menambahkan, larangan tersebut tidak hanya berlaku bagi anggota yang bermain judi secara langsung. Personel juga diminta tidak menjadi bagian dari mata rantai perjudian dengan mempromosikan, menyebarkan informasi, maupun membantu memfasilitasi aktivitas judi online.
“Bukan hanya pemainnya yang harus kita cegah. Jangan ada anggota yang ikut mempromosikan, menyebarluaskan atau membantu aktivitas perjudian online. Sekecil apa pun keterlibatan itu, harus dihindari,” ujarnya.
Menurut Andreas, perkembangan teknologi membuat judi online semakin mudah diakses. Hanya dengan telepon genggam, seseorang dapat terhubung dengan berbagai platform perjudian tanpa mengenal batas waktu dan tempat.
Situasi tersebut, kata dia, membutuhkan pengendalian diri dan kesadaran dari setiap personel.
“Teknologi harus kita gunakan untuk hal-hal yang positif. Jangan sampai kemudahan teknologi justru membawa kita kepada perbuatan yang melanggar hukum dan merusak masa depan,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, personel Satlantas tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai bahaya judi online, tetapi juga diajak berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan seputar langkah pencegahan di lingkungan internal Polri.
Kapolres berharap pesan yang disampaikan dapat menjadi pengingat bagi seluruh personel untuk menjaga integritas dan kehormatan institusi.
“Jaga diri dan keluarga. Jangan pertaruhkan masa depan hanya karena judi online. Sebagai anggota Polri, kita harus mampu menunjukkan bahwa kita bersih dari segala bentuk perjudian,” ucapnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama seluruh personel Satlantas Polres PPU sebagai bagian dari penguatan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan Polri yang bersih dari praktik perjudian online.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....