Qanaah dan Ketenangan Hati, Bukan Alasan untuk Berhenti Berbuat Baik

  • 30 Agt 2026 09:17 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Qanaah menjadi salah satu sikap penting dalam menghadirkan ketenangan hati bagi seorang muslim dalam menjalani kehidupan. Ustaz Muammar Zaky, Lc., mengingatkan bahwa qanaah tidak boleh dipahami sebagai sikap pasif yang membuat seseorang berhenti berusaha dan terlena dengan kenyamanan.

“Yang seharusnya menjadi ketenangan, malah menjadi jebakan kenyamanan,” ujar Ustaz Muammar Zaky. Menurutnya, qanaah berarti mampu menerima dan mensyukuri pemberian Allah Swt, tidak iri terhadap nikmat orang lain, serta tetap berusaha memperbaiki diri.

Ia menjelaskan, rasa cukup atas nikmat Allah Swt, seharusnya tidak membuat seseorang berhenti melakukan kebaikan. Ketika seseorang telah memperoleh pekerjaan, rumah, rezeki, dan berbagai kemudahan dalam hidup, semua itu perlu dipandang sebagai amanah yang mendorongnya untuk semakin banyak beribadah dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Ustaz Muammar Zaky menegaskan, qanaah berbeda dengan kemalasan yang dibungkus dengan alasan agama. Menurutnya, seorang muslim tetap harus bekerja, berusaha, dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai persoalan kehidupan, meskipun telah merasa cukup dengan apa yang dimilikinya.

Ia kemudian mengingatkan pesan Allah Swt, dalam Surah Al-Insyirah ayat 7-8: “Maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” Ayat tersebut, menurutnya, mengajarkan bahwa setelah menyelesaikan satu urusan, seorang mukmin tetap melanjutkan perjuangan dan menggantungkan harapan kepada Allah Swt.

Qanaah juga tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan kepedulian terhadap kondisi orang lain yang sedang mengalami kesulitan. “Bukan hanya bertanya, ‘Apakah saya aman?’, tetapi bertanya, ‘Apakah saudara saya sudah aman?,” katanya. Ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian sebagai bagian dari keimanan.

Dengan demikian, qanaah merupakan sikap menerima dan mensyukuri ketetapan Allah Swt tanpa kehilangan semangat untuk berusaha dan berbuat baik. Ketenangan hati yang lahir dari qanaah justru semestinya membuat seorang Muslim semakin dekat kepada Allah Swt, terus memperbaiki diri, serta menjadikan nikmat yang dimiliki sebagai sarana untuk membantu dan memberi manfaat kepada sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....