Kemerdekaan Sejati Dimulai dari Diri Sendiri

  • 25 Agt 2026 12:20 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Perjuangan terbesar setelah Indonesia merdeka bukan lagi melawan penjajah, melainkan mengendalikan hawa nafsu dan ego pribadi. Pesan itu disampaikan Ustaz Rahmatullah saat mengisi program Hikmah Pagi RRI Pro 4 Samarinda.

Menurutnya, banyak orang menganggap kemerdekaan hanya berkaitan dengan kebebasan suatu negara. Padahal, seseorang bisa tetap merasa terjajah ketika hidupnya dikendalikan oleh ambisi, keserakahan, dan keinginan yang tidak terkendali.

Ia mencontohkan bahwa mengejar kekayaan atau jabatan bukanlah sesuatu yang salah. Namun, ketika hal tersebut menjadi satu-satunya tujuan hidup hingga menghilangkan rasa syukur, seseorang justru kehilangan ketenangan.

"Semakin kita tidak merasa cukup, merasa kurang terus-menerus, maka itu sebenarnya tanda bahwa kita hidup tidak dalam kemerdekaan," ujar Ustaz Rahmatullah, dikutip Selasa, 25 Agustus 2026.

Orang yang benar-benar merdeka adalah mereka yang memiliki arah hidup jelas, mampu bersyukur atas nikmat kecil, dan tidak mudah terbawa arus tren atau tekanan lingkungan.

Ketenangan merupakan salah satu hasil dari kemerdekaan yang hakiki. Orang yang hidup sesuai hati nurani dan tuntunan agama akan lebih mudah merasakan kedamaian, dibanding mereka yang terus dibayangi rasa takut akibat kesalahan sendiri.

Ustaz Rahmatullah kemudian mengutip makna hadis tentang perjuangan melawan hawa nafsu sebagai jihad terbesar. Tantangan itulah yang paling relevan dihadapi masyarakat pada masa kini.

"Jihad yang besar itu adalah melawan hawa nafsu dan ego. Itulah kemerdekaan yang sejati," katanya.

Ia berharap masyarakat menjadikan peringatan Hari Kemerdekaan sebagai pengingat untuk memperkuat persatuan serta mengendalikan diri dari berbagai perilaku negatif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....