Dampak Korupsi bagi Keberkahan dan Keharmonisan Keluarga
- 21 Agt 2026 10:36 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dampak destruktif dari tindakan korupsi tidak hanya berhenti pada angka kerugian negara atau tersendatnya pembangunan publik. Ustaz Muhammad Nurcholis Alhadi mengingatkan, kejahatan korupsi menghancurkan tatanan terpenting dalam masyarakat, yaitu keluarga.
Keluarga yang dibangun di atas fondasi ketidakjujuran akan kehilangan rasa saling percaya dan keteladanan. Ketika seorang kepala keluarga melakukan kecurangan, ia secara langsung merusak figur moral yang seharusnya dicontoh oleh anak-anaknya.
Efek negatif korupsi juga berimbas pada hilangnya rasa tenang dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Harta berlimpah yang diperoleh dari jalan yang tidak halal tidak akan pernah mampu membeli kebahagiaan dan keberkahan yang sejati.
"Tapi ingat, ada yang hilang. Apa itu? Keberkahan. Kalau keberkahan sudah Allah cabut, apalagi? Hidup tidak tenang, keluarga hancur," ujar Ustaz Nurcholis dalam program Mutiara Pagi di Pro1 RRI Samarinda, dikutip Jumat, 21 Agustus 2026.
Lebih jauh, ia menyoroti konsekuensi teologis dari memberikan nafkah haram kepada anggota keluarga. Makanan dan fasilitas yang dibeli dari uang hasil korupsi akan mengalir menjadi darah dan daging bagi anak serta istri.
Secara spiritual, hal tersebut mendatangkan ancaman siksa yang sangat berat di akhirat kelak. Menafkahi keluarga dengan harta yang tidak sah sama halnya dengan menjerumuskan anggota keluarga sendiri ke dalam kebinasaan.
"Bayangkan Bapak dan Ibu yang bawa uang korupsi lalu beri makan kepada anak dan istrinya, itu sudah menyiapkan bagian neraka. Bayangkan yang kita beri kepada anak kita dari uang yang haram itu, itu menjadikan anak kita menjadi punya tempat di neraka, gak sepele itu," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....