Seluas Apa Pun Dosa, Pintu Tobat kepada Allah Tetap Terbuka
- 17 Agt 2026 15:05 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Islam mengajarkan bahwa Allah Swt., memiliki ampunan yang sangat luas bagi hamba-Nya yang menyadari kesalahan dan bersungguh-sungguh untuk bertobat. Karena itu, seorang Muslim tidak seharusnya berputus asa dari rahmat Allah, meskipun pernah melakukan dosa.
Ustaz KH. M. Khozin menjelaskan, banyak ayat Al-Quran yang menerangkan sifat Allah Swt., sebagai Zat Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Salah satunya terdapat dalam Surah Al-Ma'idah ayat 39, “Barang siapa bertobat setelah melakukan kejahatan dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Ayat tersebut menegaskan, bahwa Allah menerima tobat hamba-Nya yang meninggalkan kesalahan dan memperbaiki diri. Menurut Ustaz Khozin, ayat tersebut menunjukkan betapa luasnya kemurahan Allah SWT dalam mengampuni dosa hamba-Nya.
"Terkait kemurahan Allah dalam mengampuni dan menyayangi para hamba-Nya, bahkan lebih besar daripada siksaan yang ditimpakan apabila berbuat dosa, itulah kemurahan ampunan Allah yang luas dan tidak memiliki batas," ujarnya.
Ia juga mengingatkan umat Islam bahwa manusia merupakan makhluk yang tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Namun, kesalahan tersebut hendaknya menjadi bahan introspeksi untuk memperbaiki diri, bukan justru menjadi alasan untuk terus melakukan kemaksiatan.
Ia menegaskan, tobat tidak cukup hanya dengan mengucapkan istigfar secara lisan. "Tobat bukan hanya mengucapkan istigfar, tetapi juga meninggalkan dosa, menyesali perbuatan, serta berusaha untuk tidak mengulanginya," kata Ustaz KH M Khozin.
Ustaz KH M Khozin juga mengingatkan agar umat Islam tidak memamerkan kesalahan atau kemaksiatan yang pernah dilakukan setelah Allah SWT menutup aibnya. Menurut dia, menjaga aib merupakan bagian dari upaya menjaga kehormatan diri sekaligus mempertahankan rasa malu yang menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim.
Ia mengajak umat Islam untuk menjadikan kesempatan bertobat sebagai jalan memperbaiki kehidupan dan memperbanyak amal saleh. "Islam selalu membuka pintu tobat seluas-luasnya bagi siapa pun pemeluknya yang ingin kembali," ujarnya.
Menurut Ustaz KH M Khozin, kesadaran untuk bertobat juga perlu diwujudkan dalam kehidupan sosial dengan saling mengingatkan kepada kebaikan. Ia mengajak masyarakat memperbanyak cerita tentang kebaikan, perjuangan memperbaiki diri, dan amal saleh agar tercipta lingkungan yang saling menguatkan dalam kebaikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....