Salat Lima Waktu Jadi Standar Keislaman
- 12 Agt 2026 11:43 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Menjalankan salat lima waktu secara konsisten menjadi salah satu standar dasar seorang muslim dalam menjalankan kehidupan beragama. Namun, ibadah tersebut tidak berhenti pada rutinitas, melainkan perlu terus ditingkatkan kualitasnya.
Hal itu disampaikan anggota Sahabat Misykat Indonesia, Ustaz Syarif Hidayatullah, dalam program Hikmah Pagi Pro 4 RRI Samarinda. Ia mengajak umat Islam untuk melakukan introspeksi terhadap ibadah masing-masing.
Salat lima waktu merupakan standar minimal yang perlu dipenuhi seorang muslim. Pelaksanaannya secara konsisten menjadi bagian dari bentuk pengabdian kepada Allah Swt.
“Salat lima waktu itu adalah standar, belum religius. Agar standar itu meningkat, lebih memperbanyak ibadah sunnah lainnya,” ujar Ustaz Syarif, dikutip Rabu 12 Agustus 2026.
Setelah mampu menjaga salat lima waktu, seorang muslim dapat meningkatkan kualitas ibadah melalui salat sunah seperti salat rawatib dan tahajud. Peningkatan tersebut menjadi bagian dari proses memperbaiki kualitas penghambaan kepada Allah Swt.
Ustaz Syarif juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi. Menurutnya, seseorang tidak perlu langsung menetapkan target ibadah yang tinggi apabila standar dasar belum terpenuhi.
Ia mengajak umat Islam yang belum menjalankan salat lima waktu secara konsisten, untuk terlebih dahulu memenuhi standar tersebut. Setelah itu, peningkatan dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan.
Hal itu dilakukan agar ibadah terus berkembang dan memberikan dampak dalam kehidupan sehari-hari. Setiap muslim perlu menjadikan proses memperbaiki diri sebagai bagian dari perjalanan keagamaannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....