Pemkab Kutim Perkuat Upaya Tekan Kasus HIV/AIDS

  • 26 Jul 2026 13:36 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Sangatta — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan penanganan HIV/AIDS tidak cukup hanya dilakukan melalui pendataan kasus dan sosialisasi. Dibutuhkan strategi yang lebih terukur, kolaboratif, serta menyentuh akar persoalan agar angka kasus baru dapat ditekan.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi saat membuka Rapat Koordinasi Penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2026 yang digelar Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kutim di Ruang Meranti, Sekretariat Kabupaten Kutim, Sangatta, Jumat 24 Juli 2026.

Mahyunadi yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pelaksana KPAD Kutim menyebut, peningkatan kasus HIV/AIDS setiap tahun menjadi tantangan serius yang harus dijawab dengan pendekatan baru.

Menurutnya, perubahan pola mobilitas masyarakat, perkembangan teknologi, serta meningkatnya interaksi sosial membuat potensi penyebaran HIV/AIDS semakin luas sehingga diperlukan inovasi dalam upaya pencegahan dan penanganannya.

“Penanggulangan HIV/AIDS tidak bisa lagi hanya berfokus pada pendataan kasus dan sosialisasi. Kita membutuhkan langkah konkret, inovasi, serta strategi yang lebih efektif agar mampu memutus rantai penyebaran dan mencegah munculnya kasus baru,” ujar Mahyunadi.

Ia menekankan, persoalan HIV/AIDS merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, sektor swasta, organisasi masyarakat, hingga kelompok masyarakat yang terdampak.

Mahyunadi berharap rapat koordinasi tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi menjadi ruang untuk melahirkan kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran.

“Forum ini harus menjadi momentum untuk menyusun strategi baru. Kita perlu bergerak bersama, membangun kolaborasi, dan memastikan program penanggulangan HIV/AIDS benar-benar menyentuh masyarakat,” katanya.

Ia juga meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat upaya edukasi, pencegahan, pendampingan, serta deteksi dini agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara tepat.

Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, Pemkab Kutim berharap upaya pengendalian HIV/AIDS dapat berjalan lebih optimal dan mampu menekan laju pertambahan kasus di wilayah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....