Menjaga Nilai Waktu dan Bersiap Menyambut Kematian

  • 09 Jul 2026 15:15 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Probolinggo - Waktu merupakan salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah Swt. kepada manusia.

Namun, tidak seperti harta atau kesempatan duniawi lainnya, waktu yang telah berlalu tidak pernah bisa kembali dan tidak dapat digantikan.

Karena itu, setiap manusia perlu mensyukuri waktu yang digunakan untuk kebaikan dan menyesali waktu yang terbuang tanpa makna.

Al Habib Hasan bin Ismail Al Muhdhor mengatakan dalam ta'limnya yang dilansir dari laman you tobe Al Wafa Tarim, Kamis 9 Juli 2026.

Jika seseorang pernah melakukan kesalahan di masa lalu, yang dapat dilakukan hanyalah bertobat.

Dan memohon ampunan kepada Allah.

Hari-hari yang telah berlalu telah menjadi bagian dari catatan amal yang telah menghadap kepada-Nya.

Berbeda dengan kerugian dunia yang masih bisa ditebus dengan usaha dan kerja keras,

Kerugian akibat menyia-nyiakan waktu tidak dapat diperbaiki lagi karena waktu yang hilang tidak akan pernah kembali.

Ulama besar Ibnu Athaillah As-Sakandari mengingatkan bahwa waktu yang telah berlalu tidak memiliki pengganti.

Sebaliknya, waktu yang digunakan untuk ketaatan, ibadah, menuntut ilmu, dan mendekatkan diri kepada Allah memiliki nilai yang sangat agung.

Nilainya bahkan tidak dapat diukur dengan harta atau kekayaan dunia sebesar apa pun karena berkaitan dengan pahala, rahmat, dan ridha Allah Swt.

Setiap kesempatan untuk beribadah merupakan karunia yang tak ternilai.

Salat sunnah, salat berjamaah, menghadiri majelis ilmu, membaca dan mempelajari kitab-kitab ulama,

Semuanya adalah bentuk ketaatan yang jika diterima oleh Allah akan menjadi bekal berharga di akhirat.

Nilai dari amalan tersebut jauh melampaui nilai dunia dan segala isinya karena mengantarkan manusia kepada kedekatan dengan Sang Pencipta.

Pesan penting yang ingin disampaikan oleh Ibnu Athaillah adalah agar manusia memperhatikan waktu dengan sungguh-sungguh.

Kehidupan ini sesungguhnya adalah perjalanan menuju kematian.

Karena itu, seseorang tidak boleh terlena oleh angan-angan dan kesibukan dunia hingga melupakan tujuan akhirnya.

Banyak orang memandang kematian seolah hanya akan menimpa orang lain.

Ketika mendengar kabar duka, sering kali muncul anggapan bahwa peristiwa tersebut adalah sesuatu yang wajar.

Terjadi kepada orang lain, bukan kepada dirinya sendiri. Padahal, kematian dapat datang kapan saja dan melalui sebab yang tidak terduga.

Seseorang yang terlihat sehat, kuat, dan tidak memiliki riwayat penyakit bisa saja meninggal secara mendadak.

Akibat peristiwa yang tampaknya sederhana, kecelakaan kecil atau sebab lainnya dapat menjadi jalan datangnya ajal.

Semua itu menunjukkan bahwa manusia sangat dekat dengan kematian dan tidak pernah mengetahui kapan waktunya akan tiba.

Oleh karena itu, tidak ada pilihan yang lebih baik selain mempersiapkan diri.

Setiap muslim hendaknya senantiasa memperbaiki amal, memperbanyak ibadah.

Dan menjaga ketaatan kepada Allah dengan demikian, ketika ajal datang, seseorang telah berada dalam keadaan siap menghadap-Nya.

Allah Swt. berfirman, “Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu al-yaqin (kematian)” .

Ayat ini mengajarkan bahwa ibadah tidak mengenal masa pensiun.

Selama hayat masih dikandung badan, seorang hamba diperintahkan untuk terus beribadah dan menaati Allah.

Karena tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan kematian akan datang.

Maka seorang muslim hendaknya tidak pernah melepaskan diri dari ibadah.

Baik ketika berada di rumah, di tempat kerja, di sawah, di perjalanan, di toko, maupun di masjid.

Seluruh aktivitas hendaknya dilandasi dengan niat yang baik dan ketaatan kepada Allah.

Dengan demikian, kapan pun ajal datang, seseorang berada dalam keadaan yang diridhai oleh-Nya.

Pada akhirnya, kesadaran akan singkatnya waktu dan dekatnya kematian seharusnya mendorong setiap manusia untuk memanfaatkan.

Setiap detik kehidupannya dengan amal saleh.

Sebab waktu yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah investasi yang nilainya tidak dapat diukur oleh apa pun di dunia ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....