Pemerintah Luncurkan Program Magang Nasional (PMN) Tahun 2026 Angkatan Kedua

  • 09 Jul 2026 13:33 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Program Magang Nasional 2026 kembali menjadi salah satu solusi pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran lulusan perguruan tinggi. Setelah mencatat hasil positif pada pelaksanaan tahun sebelumnya, pemerintah berencana meningkatkan jumlah peserta dari 100.000 menjadi 150.000 orang pada tahun ini. Program tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus penghasilan.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam pemaparannya menjelaskan program ini dirancang sebagai jembatan bagi mahasiswa yang baru menyelesaikan pendidikan tinggi agar dapat lebih mudah memasuki dunia kerja. Selama enam bulan, peserta akan menjalani magang di berbagai perusahaan mitra dengan pendampingan dari mentor profesional serta menerima uang saku yang disesuaikan dengan upah minimum di daerah tempat mereka bekerja.

"Jadi dari 100.000 peserta magang itu setelah enam bulan, 30 persen di antaranya langsung bekerja. Artinya, program ini juga merupakan jembatan nyata bagi mahasiswa yang baru lulus kuliah untuk dapat langsung bekerja dan memperoleh penghasilan," ujar Teddy, pada laman youtube Sekretariat Presiden, dikutip Kamis 9 Juli 2026.

Pemerintah menilai tantangan terbesar setiap tahun adalah memastikan lulusan sarjana, khususnya jenjang S1, dapat segera memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan. Oleh karena itu, Program Magang Nasional kembali dilanjutkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja muda di Indonesia. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta juga mendapatkan pelatihan langsung dari mentor di perusahaan tempat mereka ditempatkan.

"Mahasiswa yang sudah lulus kuliah, khususnya S1, bisa langsung magang selama enam bulan dan mendapatkan penghasilan antara Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, tergantung lokasi mereka bekerja sesuai upah minimum kabupaten atau kota," katanya.

Besaran penghasilan tersebut diharapkan dapat membantu lulusan baru memperoleh pengalaman sekaligus meningkatkan kemandirian finansial.

Keberhasilan angkatan pertama menjadi salah satu alasan pemerintah memperluas cakupan program pada tahun 2026. Dari sekitar 100.000 peserta yang mengikuti magang pada tahun sebelumnya, sebanyak 30 persen berhasil direkrut menjadi karyawan tetap setelah menyelesaikan masa magang. Sementara peserta lainnya masih berpeluang direkrut oleh perusahaan lain dalam beberapa bulan berikutnya sesuai kebutuhan industri.

Selain lulusan baru, pemerintah juga membuka kesempatan bagi kelompok lain untuk mengikuti program ini. "Selain mahasiswa yang baru lulus S1, nantinya ada beberapa peserta dari kalangan profesi serta saudara-saudara kita penyandang disabilitas yang juga dapat mengikuti program ini," ucap Teddy.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menciptakan kesempatan kerja yang lebih inklusif.

Program Magang Nasional juga mendapat dukungan luas dari dunia usaha. Pada angkatan pertama, tercatat sekitar 8.800 perusahaan, baik BUMN maupun swasta, ikut berpartisipasi sebagai mitra penyelenggara. Pemerintah berharap jumlah perusahaan yang bergabung pada angkatan kedua akan terus bertambah sehingga peluang kerja bagi peserta semakin besar.

Pendaftaran Program Magang Nasional 2026 direncanakan dibuka pada bulan Juli, sedangkan pelaksanaan magang dijadwalkan dimulai pada Agustus. Pemerintah optimistis peningkatan jumlah peserta menjadi 150.000 orang akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi lulusan perguruan tinggi, dunia usaha, serta kebutuhan tenaga kerja nasional. Dengan capaian positif pada angkatan pertama, program ini diharapkan mampu menjadi salah satu strategi efektif dalam mempercepat transisi lulusan kampus menuju dunia kerja profesional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....