Dampak Ekonomi IKN Bagi Wilayah Penajam Paser Utara dan Kalimantan Timur
- 30 Jun 2026 19:23 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menunjukkan dampak nyata terhadap perekonomian wilayah sekitar. Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tercatat menjadi daerah yang merasakan pengaruh paling signifikan dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kalimantan Timur.
Temuan tersebut dipaparkan dalam Seminar Jumat Belajar bertema "Kupas Tuntas Dampak Ekonomi IKN!" yang digelar secara hybrid di Kantor Balai Kota Otorita IKN. Kegiatan ini diikuti lebih dari 200 peserta dari berbagai instansi, mulai dari Otorita IKN, Bank Indonesia, Kementerian PPN/Bappenas, Badan Pusat Statistik (BPS) RI, hingga perwakilan Himpunan Bank Negara (Himbara) di Nusantara.
Seminar ini bertujuan memperdalam pemahaman mengenai dampak ekonomi pembangunan IKN, baik terhadap Kabupaten PPU, Provinsi Kalimantan Timur, Pulau Kalimantan, maupun kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, mengungkapkan bahwa kajian tersebut menjadi dasar untuk memahami perubahan ekonomi yang muncul sejak tahap awal pembangunan IKN. Analisis dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), tetapi mencakup wilayah Kalimantan Timur hingga Pulau Kalimantan secara keseluruhan.
"Seminar ini merupakan upaya bersama untuk memahami dampak ekonomi pembangunan IKN. Kajian yang dilakukan bersifat komprehensif dan akan terus diperbarui secara berkala sebagai dasar dalam mendukung transformasi ekonomi nasional," ujar Mia. Dikutip RRI , Selasa 30 Juni 2026.
Berdasarkan hasil kajian, Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 19,9 persen. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Timur. Sementara itu, secara regional, Kalimantan Timur juga mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 3,7 persen, lebih tinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Perencanaan Ekonomi Makro dan Pengembangan Model Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, Ibnu Yahya, menilai pembangunan IKN bersama Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) menjadi momentum penting untuk mengubah struktur ekonomi Kalimantan Timur yang selama ini masih didominasi sektor ekstraktif.
Transformasi ekonomi ke depan akan diarahkan melalui penguatan hilirisasi industri, pengembangan sektor bernilai tambah, serta peningkatan kompleksitas produksi agar pertumbuhan ekonomi lebih berkelanjutan. Ibnu juga menyebutkan bahwa konsep Tri-City Development yang dikembangkan dalam pembangunan IKN mulai menunjukkan hasil positif.
"Dengan adanya IKN dan Superhub Ekonomi Nusantara, diharapkan pertumbuhan ekonomi nasional semakin meningkat, termasuk Kalimantan Timur yang dapat tumbuh sesuai target pembangunan," kata Ibnu, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....