Keputusan Berat Bilal bin Rabah Memenuhi Permintaan Umar

  • 24 Jun 2026 07:04 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Permintaan Sayyidina Umar bin Khattab terus menggema di benak Bilal bin Rabah. "Umat Muslim di Madinah sedang membutuhkanmu." Kalimat itu membuat Bilal terdiam dan menundukkan kepala. Di Madinah, suara adzannya dahulu menjadi penanda waktu yang selalu dinantikan masyarakat.

Dikutip dari Islami.co, Selasa 23 Juni 2026, sejak Bilal meninggalkan Madinah, kota itu terasa berbeda. Kerinduan penduduk Madinah kepada suara adzannya ternyata sama besarnya dengan kerinduan Bilal kepada Rasulullah SAW.

Setelah berpikir cukup lama, Bilal akhirnya mengangguk. "Baik, Umar. Aku akan kembali ke Madinah". Mendengar jawaban itu, Umar memeluk Bilal dengan haru. Perjalanan panjang dari Syam menuju Madinah akhirnya tidak sia-sia.

Detik-detik Azan Terakhir Bilal di Madinah

Setibanya di Madinah, suasana kota berubah. Kabar kepulangan Bilal menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru kota.

Masyarakat berbondong-bondong mendatangi Masjid Nabawi. Mereka ingin kembali mendengar suara muadzin Rasulullah yang telah lama menghilang.

Saat waktu Subuh tiba, Bilal naik ke tempat muadzin seperti yang pernah dilakukannya pada masa Rasulullah SAW.

Tangannya bergetar. Tenggorokannya terasa tercekat. Dengan menarik napas panjang, ia mulai mengumandangkan adzan.

"Allahu Akbar, Allahu Akbar."

Suara merdunya menggema di seluruh Madinah. Namun ketika sampai pada lafaz:

"Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah,"

suara Bilal mendadak bergetar dan terhenti.

Dalam sekejap, Madinah menjadi hening. Tak lama kemudian, tangis pecah dari segala penjuru kota.

Laki-laki, perempuan, orang tua, hingga anak-anak menangis tersedu-sedu. Mereka teringat kembali kepada Rasulullah SAW yang telah wafat beberapa tahun sebelumnya.

Bagi penduduk Madinah, mendengar nama Nabi Muhammad SAW diucapkan kembali oleh Bilal menghadirkan luka kerinduan yang selama ini tersimpan rapat.

Para sahabat bergegas keluar dari rumah mereka. Sebagian bahkan masih mengenakan pakaian yang belum rapi. Mereka berlari menuju masjid sambil menahan tangis.

Dari balik tabir rumah, Sayyidatina Aisyah RA dan para istri Rasulullah SAW juga turut menangis.

Hari itu, Madinah seolah kembali merasakan suasana saat Rasulullah SAW wafat.

Bilal sendiri tidak mampu melanjutkan adzannya. Isak tangis menghentikan lantunan suaranya.

Ia turun dari tempat muadzin dengan mata yang dipenuhi air mata.

Adzan Terakhir Sepanjang Hidup Bilal

Peristiwa tersebut menjadi adzan terakhir yang dikumandangkan Bilal di Madinah.

Sejak hari itu, ia tidak pernah lagi menyelesaikan adzan hingga akhir. Setelah beberapa waktu, Bilal memilih kembali ke Syam dan menetap di sana hingga wafat.

Ketika ditanya alasan mengapa berhenti mengumandangkan adzan, Bilal memberikan jawaban yang sederhana namun menyentuh hati.

"Aku tidak sanggup mendengar namanya tanpa melihat wajahnya."

Kalimat itu menunjukkan betapa besar cinta dan kerinduan Bilal kepada Rasulullah SAW.

Hikmah dari Kisah Bilal bin Rabah

Kisah Bilal bin Rabah mengandung banyak pelajaran berharga bagi umat Islam.

Pertama, cinta kepada Rasulullah SAW adalah sesuatu yang nyata. Cinta tidak hanya diucapkan melalui lisan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan dan pengorbanan. Bilal rela meninggalkan Madinah karena kerinduannya kepada Nabi, lalu kembali demi memenuhi kebutuhan umat.

Kedua, adzan merupakan pengingat bagi umat Islam. Setiap lafaz "Hayya 'alash shalah" adalah panggilan menuju salat yang terus menggema hingga hari kiamat.

Ketiga, kerinduan kepada Rasulullah SAW merupakan bagian dari keimanan. Tangisan penduduk Madinah saat mendengar adzan Bilal menjadi bukti betapa dalam kecintaan mereka kepada Nabi Muhammad SAW.

Saat ini, umat Islam memang tidak dapat mendengar langsung suara Bilal bin Rabah. Namun, setiap muadzin yang mengumandangkan adzan sejatinya sedang melanjutkan amanah yang pernah diemban Bilal, yakni mengajak manusia mendekat kepada Allah SWT dan mengikuti ajaran Rasul-Nya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....