Membaca Nyaring Jadi Upaya Tingkatkan Budaya Literasi Anak di Samarinda

  • 18 Mei 2026 06:37 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Kegiatan membaca nyaring atau read aloud semakin diminati masyarakat di Samarinda sebagai metode pembelajaran untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini. Namun, tantangan pengasuhan anak di era digital kini semakin kompleks seiring paparan layar gawai yang dialami anak sejak usia dini.

Fenomena tersebut memicu keprihatinan sekaligus mendorong para penggiat literasi, termasuk komunitas Samarinda Read Aloud, untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya budaya membaca bersama anak.

Ketua Samarinda Read Aloud, Irni Fatma Satyawati, mengatakan read aloud atau membaca nyaring bukan sekadar aktivitas membaca dengan suara keras.

“Metode ini merupakan seni berkomunikasi dan cara menyampaikan cerita dengan melibatkan penjiwaan karakter, intonasi yang tepat, serta interaksi dua arah antara pembaca dan pendengar,” ujar Irni saat Dialog Obrolan Komunitas, dikutip Senin 18 Mei 2026.

Ia menjelaskan, teknik intonasi, ekspresi wajah, dan interaksi dengan anak menjadi bagian penting agar cerita terasa hidup dan mudah dipahami.

“Banyak orang tua yang masih menganggap membaca hanya sebatas kemampuan mengeja huruf. Padahal, melalui membaca nyaring, anak dapat belajar mengenali emosi, memperkaya kosakata, serta melatih konsentrasi sejak dini,” katanya.

Selain teknik membaca, pemilihan buku juga perlu diperhatikan. Buku bergambar dengan warna menarik dan kalimat sederhana dinilai lebih efektif untuk menarik perhatian anak-anak.

Kegiatan membaca nyaring juga dinilai mampu menciptakan hubungan emosional yang lebih dekat antara orang tua dan anak. Kondisi tersebut diyakini memberikan dampak positif terhadap perkembangan psikologis anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....