Tawadhu dan Ketakwaan Jadi Kunci Kehidupan Penuh Keberkahan
- 16 Mei 2026 12:56 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Menjalani hidup dengan tawadhu berarti membiasakan diri bersikap rendah hati, tidak merasa lebih mulia dari orang lain, serta tetap menghormati sesama dalam setiap keadaan. Sikap tawadhu juga mengajarkan seseorang untuk menjauhi kesombongan dan lebih mengutamakan akhlak, kepedulian, serta ketakwaan kepada Allah SWT.
Tema ini menjadi topik bahasan dalam program tausiah “Mutiara Pagi” RRI Samarinda, Jumat 15 Mei 2026, bersama narasumber Ustaz KH. Muhammad Khozin. Ia menegaskan, sikap tawadu menjadi bekal penting bagi seorang Muslim untuk menjaga hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.
Dalam tausiyahnya Ustaz Muhammad Khozin mengajak masyarakat untuk selalu mensyukuri nikmat iman dan Islam yang diberikan Allah SWT. Ia menekankan, rasa syukur harus diwujudkan melalui ketakwaan karena takwa merupakan bekal terbaik dalam kehidupan dunia dan akhirat. Menurutnya, kehidupan yang penuh keberkahan hanya dapat diraih dengan menjaga keimanan serta menjauhi sifat sombong.
| Baca juga: Istiqamah Jadi Kunci Keimanan Manusia |
“Tawadu adalah sikap rendah hati, tenang, berwibawa, tidak congkak dan tidak merasa lebih tinggi dari orang lain. Inilah sifat yang dimiliki Ibadur Rahman sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tawadu bukan berarti merendahkan diri secara berlebihan, melainkan menempatkan diri secara proporsional. Seorang Muslim tetap harus memiliki wibawa, namun bersikap lembut dan penuh kasih sayang kepada sesama mukmin. Sikap tersebut, kata dia, telah dicontohkan para nabi, sahabat, hingga ulama salafus saleh dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiyah itu, ia juga mengutip sejumlah teladan para sahabat Nabi yang hidup sederhana meski memiliki kedudukan tinggi. Umar bin Khattab disebut terbiasa memikul sendiri bantuan sosial untuk masyarakat, sementara Abu Hurairah yang pernah menjadi gubernur tetap membawa kayu bakarnya sendiri tanpa merasa malu.
Selain itu, Ustaz Muhammad Khozin menyinggung kisah Umar bin Abdul Aziz yang menegur anaknya karena membeli cincin mahal. Sang khalifah meminta cincin tersebut dijual dan uangnya disedekahkan kepada fakir miskin. Menurutnya, kisah itu menunjukkan bahwa tawadu bukan sekadar ucapan, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap sikap sombong yang dapat melukai perasaan orang lain, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Menurutnya, sensitivitas sosial sangat dibutuhkan agar seseorang tidak menampilkan perilaku yang membuat orang lain merasa rendah atau tersakiti.
“Sombong adalah dosa pertama Iblis. Kesombongan membuat seseorang menolak kebenaran dan merendahkan manusia lain. Karena itu, seorang Muslim harus lebih banyak mengoreksi dirinya sendiri daripada merasa paling benar,” katanya.
Dalam penjelasannya, tawadu disebut sebagai jalan menuju kemuliaan di dunia dan akhirat. Orang yang rendah hati akan dicintai masyarakat dan dimuliakan Allah SWT. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebut bahwa Allah akan meninggikan derajat orang yang memiliki sifat tawadu karena-Nya.
Ustaz Muhammad Khozin juga mencontohkan kehidupan Nabi Muhammad SAW yang sangat sederhana dan dekat dengan masyarakat. Rasulullah disebut tidak membedakan diri dari sahabat-sahabatnya, bahkan tetap membantu pekerjaan rumah tangga, menjahit pakaian sendiri, hingga memberi salam kepada anak-anak kecil.
Menurutnya, teladan Rasulullah SAW tersebut menjadi bukti bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh jabatan ataupun kekayaan, melainkan oleh ketakwaan dan akhlak mulia. Ia menilai sikap tawadu saat ini mulai jarang ditemukan karena banyak orang lebih mengutamakan gengsi dan pencitraan.
Di akhir tausiyah, masyarakat diajak membiasakan diri untuk rendah hati dan menghormati sesama. Ustaz Muhammad Khozin mengutip nasihat ulama Hasan Al-Basri, bahwa tawadu adalah ketika seseorang memandang orang lain lebih mulia daripada dirinya sendiri. Sikap itu dinilai dapat memperkuat persaudaraan dan menciptakan kehidupan sosial yang lebih harmonis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....