Menjaga Kemurnian Niat dalam Berkurban
- 16 Mei 2026 06:37 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Mengekspos hewan kurban ke ruang publik memiliki keterkaitan erat dengan konsep keikhlasan layaknya bersedekah secara sembunyi-sembunyi demi meraih naungan Allah. Tindakan memperlihatkan ibadah ke media sosial atau masyarakat luas pada dasarnya diperbolehkan di dalam Islam asalkan memiliki tujuan kuat untuk memotivasi orang lain.
Hal ini disampaikan oleh Ustaz Fatholis dari Dana Peduli Umat (DPU) Kalimantan Timur lewat siaran Mutiara Pagi, dikutip Sabtu16 Mei 2026. Menurutnya, publikasi ibadah kurban akan menjadi tidak dibenarkan apabila didasari oleh niat yang keliru serta sifat pamer yang berlebihan.
"Tapi kalo sudah sampai berlebihan barangkali harus diekspos dan seterusnya. Kalau enggak diekspos dia marah dan ya saya tidak akan berkorban lagi karena saya tidak di siarkan dan seterusnya ke TV nasional, misalkan maka itu juga tidak dibenarkan ya," kata Ustaz Fatholis.
Sikap memaksakan diri agar disorot oleh media massa maupun kemarahan akibat tidak diekspos justru berpotensi merusak esensi pahala kurban itu sendiri. Hal ini menjadi wajib diperhatikan bagi setiap orang yang akan berkurban.
Selain itu, ada syariat memberikan kelonggaran untuk mengambil sebagian kecil dari total daging yang dikurbankan untuk dikonsumsi sendiri secukupnya. Porsi yang diambil biasanya berkisar sepertujuh bagian dari total hewan, yang kemudian diolah untuk dinikmati bersama keluarga maupun tetangga.
"Fiqih syafiiah diprioritaskan bahwa kurban itu dibagikan kepada fakir dan miskin ya. Kita mengambil hanya secukupnya saja ya. Biasanya kita mengambil sepertujuhnya," ujarnya.
Salah satu keunikan dari syariat kurban adalah adanya fleksibilitas untuk membagikan daging kepada tetangga yang berstatus nonmuslim, baik dalam kondisi mentah maupun matang. Kelonggaran ini berbeda dengan zakat yang mutlak tidak boleh diserahkan kepada masyarakat di luar pemeluk agama Islam.
Hal tersebut selaras dengan hikmah Idul Adha sebagai hari raya yang dipenuhi dengan aktivitas makan, minum, serta peningkatan zikir kepada Allah SWT selama empat hari berturut-turut. Kegembiraan hari raya ini sudah sepatutnya disebarluaskan kepada lingkungan sekitar setelah hak kaum fakir miskin terpenuhi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....