Spesies Invasif Ikan Sapu-Sapu dan Potensi Gangguan Struktur Tebing Sungai
- 15 Mei 2026 11:33 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kerusakan tebing sungai di sejumlah perairan dikaitkan dengan aktivitas biologis ikan sapu-sapu yang hidup di dasar perairan dan memiliki perilaku reproduksi unik. Spesies invasif ini disebut dapat membuat lubang pada area tebing sungai sebagai tempat berkembang biak, sehingga berpotensi memengaruhi kondisi struktur sedimen di bantaran sungai.
Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman, Iwan Suyatna, menjelaskan ikan sapu-sapu memiliki kebiasaan reproduksi dengan membuat lubang di tebing sungai.
“Dia nyuruh jantannya untuk membuat lubang. Lubangnya itu dibuat di tebing sungai. Di pinggir sungai bukan di dasar, tapi di tebing,” ujarnya dalam obrolan SPADA Pro2 Samarinda, dikutip Jum'at 15 Mei 2026.
Ia menjelaskan, lubang yang dibuat ikan jantan dapat mencapai panjang hingga 1,5 meter dengan diameter menyesuaikan ukuran tubuh ikan. Aktivitas tersebut menyebabkan terangkatnya material tanah di sekitar area tebing.
“Panjangnya sampai 1,5 meter. Kemudian diameternya minimal sebesar si ikan jantan itu,” ujarnya.
Menurut dia, aktivitas penggalian tersebut dapat meningkatkan kekeruhan air di sekitar lokasi sarang serta berpotensi berkontribusi terhadap perubahan struktur sedimen di bantaran sungai. Dampaknya bersifat lokal dan sangat bergantung pada kepadatan populasi ikan di suatu wilayah.
Iwan menegaskan faktor utama perubahan tebing sungai tetap dipengaruhi arus air, curah hujan, dan kondisi alami sungai, sementara aktivitas ikan sapu-sapu hanya dapat menjadi faktor tambahan dalam kondisi tertentu.
Ia menilai perilaku tersebut dapat terjadi berulang di habitat yang sesuai, sehingga dalam jumlah besar berpotensi menambah tekanan ekologis pada lingkungan sungai.
Selain isu tersebut, ikan sapu-sapu juga dikenal sebagai spesies invasif yang mampu berkembang biak cepat dan bertahan di perairan dengan kadar oksigen rendah. Kondisi itu membuatnya mudah mendominasi ekosistem dan menekan populasi ikan lokal di berbagai wilayah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....