Tantangan Menjaga Fokus Belajar di Era Digital
- 10 Mei 2026 10:38 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Penggunaan media sosial secara berlebihan dinilai menjadi salah satu penyebab menurunnya fokus belajar masyarakat. Kondisi ini banyak terjadi pada generasi muda yang sehari-hari tidak lepas dari telepon genggam dan konten video singkat.
Ustaz Rahmatullah dari Sahabat Misykat Indonesia, mengatakan masyarakat saat ini hidup di tengah derasnya arus informasi digital. Namun, tidak semua informasi tersebut memberikan manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Ia menilai kebiasaan mengonsumsi video pendek secara terus-menerus membuat masyarakat sulit berkonsentrasi dalam membaca atau mendengarkan pembahasan panjang. Akibatnya, kemampuan berpikir kritis semakin melemah.
“Kita cepat lelah ketika membaca dua atau tiga halaman saja karena terbiasa dengan video pendek satu menit,” ujar Ustaz Rahmatullah, dikutip Minggu, 10 Mei 2026.
Kondisi tersebut berkaitan dengan fenomena brain rot atau penurunan fungsi berpikir akibat paparan konten instan secara berlebihan. Masyarakat akhirnya lebih suka menerima informasi singkat tanpa memeriksa konteks secara utuh.
Banyak orang merasa sudah memahami persoalan politik, agama, hingga kesehatan hanya dari potongan video di media sosial. Padahal, pemahaman yang dangkal dapat memicu kesalahpahaman.
Islam mengajarkan pentingnya literasi melalui konsep iqra. Membaca dalam pandangan Islam bukan hanya mengeja huruf, tetapi juga menelaah, memahami, dan memilah informasi yang benar.
“Kalau ada informasi yang tidak sesuai dengan nilai kebaikan, maka itu harus disaring. Itulah kemampuan literasi,” katanya kepada RRI Pro4 Samarinda.
Sebagai penutup, Ustaz Rahmatullah mengingatkan pentingnya membangun budaya belajar secara mendalam. Masyarakat perlu kembali membiasakan diri membaca buku, berdiskusi, dan mendengarkan penjelasan secara utuh agar tidak mudah terjebak informasi yang menyesatkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....