Dampak Destruktif Pungli terhadap Tatanan Bangsa dan Negara

  • 08 Mei 2026 19:04 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dampak dari pungutan liar (pungli) ternyata jauh lebih dalam daripada sekadar kerugian materiil bagi korban. Ustaz Alfiannor menyatakan, pungli memiliki kekuatan destruktif yang mampu merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara jika terus dibiarkan.

Dalam program Mutiara Pagi di Pro1 RRI Samarinda, dikutip Jumat, 7 Mei 2026, ia menjelaskan, pungli menciptakan ketidakadilan yang nyata di tengah masyarakat. Hal ini karena pungli pada dasarnya adalah tindakan menzalimi orang lain dengan cara merampas hak mereka secara paksa atau melalui tekanan sistemis dalam pelayanan publik.

"Jangan menjadi tukang pungli, selain menzalimi orang lain juga merupakan dosa yang bisa mendapatkan azab dari Allah Swt," ujarnya. Tindakan ini merusak integritas moral para pelakunya yang seharusnya bertugas melayani, bukan malah membebani rakyat.

Secara lebih luas, pungli juga menghambat kemajuan ekonomi dan sosial negara. Anggaran yang seharusnya masuk ke kas negara untuk pembangunan justru menguap ke kantong-kantong pribadi oknum. Hal ini menyebabkan kualitas fasilitas publik tidak maksimal karena adanya kebocoran anggaran di berbagai lini.

Dalam Al-Qur'an Surah Asy-Syura ayat 42, disebutkan dosa besar bagi mereka yang berbuat zalim di muka bumi tanpa hak. Ustaz Alfiannor mengutip ayat ini untuk memperingatkan bahwa tatanan bangsa yang dibangun di atas kezaliman tidak akan membawa keberkahan.

Dampak sosial lainnya adalah timbulnya budaya normalisasi terhadap kemaksiatan. Masyarakat yang sering terpapar pungli cenderung menganggapnya sebagai hal lumrah, yang pada gilirannya akan melahirkan generasi yang tidak lagi memiliki integritas dalam bekerja dan berkarya.

Oleh karena itu, Ustaz Alfiannor mengajak masyarakat untuk bersinergi menolak segala bentuk pungli demi menyelamatkan masa depan bangsa.

"Mari kita bersinergi untuk menolak dan menyapu bersih pungli dari negeri ini," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....