Wagub Kaltim Mendorong Kolaborasi Untuk Siapkan Pemimpin Strategis
- 07 Mei 2026 12:24 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan X Tahun 2026 resmi dibuka di Pusat Pembelajaran Strategi Kebijakan Pelayanan Publik (Pusjar SKPP) Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Selasa, 5 Mei 2026.
Pembukaan pelatihan dilakukan oleh Andi Taufik dan dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji serta sejumlah pejabat dari berbagai daerah dan instansi.
Dalam sambutannya, Andi Taufik mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti seluruh tahapan pembelajaran secara maksimal. Pelatihan tersebut berlangsung sejak 5 Mei hingga 24 September 2026 dengan total 923 jam pelajaran.
Ia menekankan pentingnya membangun suasana belajar yang menyenangkan selama proses pelatihan berlangsung.
“Learning is most effective when it is fun. Pembelajaran akan mendapatkan hasil yang sangat baik kalau peserta mengikuti pelatihan dengan perasaan bahagia,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusjar SKPP LAN RI, Rahmat, menyampaikan pelatihan kali ini diikuti 66 peserta dari berbagai instansi pusat dan daerah di Indonesia.
Menurutnya, lebih dari 50 persen peserta berasal dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yakni sebanyak 34 orang. Selebihnya berasal dari sejumlah daerah seperti Kota Samarinda, Kutai Timur, Mahakam Ulu, Berau, Paser, hingga Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat Daya.
Rahmat menjelaskan metode pembelajaran menggunakan sistem blended learning yang memadukan pelatihan klasikal dan non-klasikal dengan pendekatan experiential learning.
“Pengalaman belajar peserta tidak hanya diperoleh di kelas, tetapi juga secara mandiri maupun di tempat kerja,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menekankan pentingnya kolaborasi antara LAN RI dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyiapkan kader kepemimpinan strategis, terutama menghadapi dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, birokrasi masa depan membutuhkan pemimpin yang responsif dan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.
“Kepemimpinan birokrasi itu tidak cukup hanya pada urusan administratif. Harus ada visi dan keberanian untuk melakukan perubahan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kepemimpinan birokrasi harus mampu menggerakkan organisasi, bukan sekadar menjalankan tugas rutin.
Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin baru yang tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga membawa perubahan positif bagi organisasi dan pelayanan publik.
Prosesi pembukaan ditandai dengan pembacaan Pakta Integritas peserta yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia, serta penyematan tanda peserta secara simbolis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....