Bahaya Mengabaikan Halal dan Haram di Zaman Modern

  • 23 Apr 2026 17:13 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Di era modern yang serba cepat, batas antara halal dan haram kerap menjadi kabur dalam praktik kehidupan sehari-hari. Kemudahan teknologi dan tuntutan ekonomi sering kali membuat sebagian orang mengabaikan prinsip-prinsip syariat.

Padahal, Islam telah memberikan panduan yang jelas terkait halal dan haram sebagai bagian dari kehidupan seorang muslim. Prinsip ini bukan sekadar aturan, tetapi juga menjadi penentu keberkahan hidup di dunia dan akhirat.

Menurut KH M. Khozin, mengabaikan halal dan haram dapat berdampak serius terhadap kualitas ibadah seseorang. “Ketika seseorang tidak lagi peduli dari mana hartanya diperoleh, maka hal itu bisa menjadi penghalang diterimanya doa dan amalnya,” ujarnya kepada RRI.

Fenomena yang terjadi saat ini menunjukkan masih banyak praktik yang melanggar ketentuan syariat, seperti riba, penipuan, hingga korupsi. Ironisnya, sebagian orang justru menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar demi memenuhi kebutuhan hidup.

Dampak dari mengonsumsi dan memperoleh sesuatu yang haram tidak hanya bersifat materiil, tetapi juga spiritual. Hati menjadi keras, ibadah terasa berat, dan doa yang dipanjatkan tidak mudah dikabulkan oleh Allah Swt.

Selain itu, kebiasaan mengabaikan halal dan haram juga berpotensi merusak tatanan sosial. Ketidakjujuran dan ketidakadilan yang muncul dari praktik-praktik tersebut dapat menimbulkan ketimpangan serta hilangnya kepercayaan di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kesadaran dan kehati-hatian dalam mencari rezeki. Memastikan kehalalan dalam setiap aspek kehidupan adalah bentuk tanggung jawab kepada Allah sekaligus upaya menjaga keberkahan hidup.

Dengan berpegang teguh pada prinsip halal dan haram, diharapkan umat Islam mampu menjalani kehidupan yang lebih baik dan diridhai Allah. Kesadaran ini menjadi kunci untuk menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keimanan.




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....