Penggunaan Jasa Arsitek Wujudkan Rumah Lebih Terencana
- 23 Apr 2026 12:21 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — Perencanaan rumah sejak tahap awal dinilai menjadi unsur utama dalam menciptakan hunian yang lebih kokoh, aman, dan sesuai kebutuhan penghuni. Pendekatan tanpa perencanaan dinilai berpotensi menimbulkan pemborosan hingga risiko kerusakan bangunan di kemudian hari.
Arsitek sekaligus Ketua Jurusan Desain Politeknik Negeri Samarinda, Hatta Musthafa, menilai penggunaan jasa arsitek dan perencanaan rumah yang jelas tidak selalu identik dengan biaya tinggi.
“Lebih kalau memang rumah tinggal itu sebenarnya lebih ke arah persepsi ya. Persepsi nih pada gengsi-gengsi nih kalau melihat rumah gitu kan. Oh misalnya rumahnya 200 juta harganya gitu ya. Nah ketika keluar 10 persen atau 5 persen itu kan jadi sebenarnya kecil,” ujarnya.
Ia menjelaskan, biaya desain kerap terlihat besar jika dilihat secara nominal, namun menjadi kecil jika dibandingkan dengan total biaya pembangunan.
“Tapi kalau dilihat langsung angkanya berapa nih desain rumahnya, misalnya saya anggap 10 juta. Wah mahal banget gitu kan. Nah, terasa mahal tapi ketika dibandingkan dengan total biaya bangunannya itu sebenarnya kecil begitu,” katanya.
Menurut dia, perencanaan yang matang memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi dan kenyamanan jangka panjang. Rumah dapat disesuaikan dengan kebiasaan penghuni sejak awal pembangunan.
“Efeknya kita bisa terencana dengan baik secara keseluruhan, bahkan bisa sesuai dengan perilaku kita masing-masing. Misalnya teman-teman yang mau bangun rumah biasa di rumah ngapain, misalnya salat di rumah atau nongkrong sama teman-teman. Itu benar-benar didesain sesuai kebiasaannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, tanpa perencanaan profesional, banyak kebutuhan penghuni yang tidak terakomodasi secara optimal.
“Beda kalau kita beride sendiri, itu kadang enggak kepikiran,” katanya.
Hatta menilai konsep rumah ideal perlu mempertimbangkan fungsi ruang secara detail, termasuk aktivitas harian penghuni seperti mencuci, menjemur pakaian, hingga penggunaan ruang bersama.
“Misalnya nyuci di mana, pengin nyuci di luar dan lain-lain. Itu semua terdesain,” ucapnya.
Ia menegaskan, penggunaan jasa arsitek dan house planning bukan sekadar menambah biaya, melainkan investasi untuk keamanan dan kenyamanan jangka panjang.
“Effort dikit enggak apa-apa. Yang penting jangka panjangnya aman buat kita dan fokusnya buat rumah kita nyaman, sesuai mau kita. Rumahku istanaku kan,” ujarnya.
Menurut dia, perencanaan yang baik juga berperan penting dalam ketahanan bangunan di wilayah rawan bencana, termasuk perbedaan karakteristik risiko di tiap daerah di Indonesia.
Ia mencontohkan, di sejumlah wilayah lain, kerusakan bangunan banyak dipicu lemahnya struktur konstruksi, bukan semata-mata akibat gempa. Kondisi tersebut umumnya terjadi pada bangunan yang tidak menggunakan sistem struktur memadai, sehingga dinding hanya disusun dengan ikatan bata tanpa penguat rangka besi. Situasi ini membuat bangunan rentan mengalami keruntuhan saat terjadi guncangan.
“Banyak rumah runtuh karena tidak punya struktur yang kuat. Mereka itu sistem dindingnya ngunci batu bata saja, tidak pakai struktur besi. Akhirnya runtuh semua,” katanya.
Menurut dia, penggunaan struktur yang sesuai standar konstruksi mampu meningkatkan ketahanan bangunan terhadap guncangan, meski tetap perlu didukung perencanaan teknis yang tepat sejak awal pembangunan. Bangunan dengan sistem struktur yang baik cenderung tetap berdiri meski mengalami kerusakan ringan pada bagian non-struktural.
“Kalau pakai struktur, paling-paling gentengnya copot, jatuh ke bawah, tapi bangunannya tetap berdiri,” ucapnya.
Terkait regulasi dan panduan teknis, Hatta menjelaskan pemerintah telah menyediakan berbagai acuan pembangunan, terutama di wilayah yang memiliki potensi bencana. Peta risiko dan ketentuan teknis menjadi dasar dalam proses perizinan pembangunan agar sesuai dengan kondisi lingkungan.
“Sudah ada juga peta daerah rawan bencana. Jadi kalau tidak boleh dibangun ya jangan memaksa,” ujarnya.
Ia juga menambahkan ketersediaan prototipe desain bangunan yang dapat digunakan masyarakat sebagai referensi dalam pembangunan rumah.
“Di PUPR itu sudah ada prototipe, kalau tidak salah lebih dari 50 jenis sudah tersedia. Tinggal dipakai saja,” katanya.
Ia menilai pemanfaatan panduan teknis serta desain acuan tersebut dapat membantu masyarakat membangun rumah yang lebih aman, terencana, dan selaras dengan kondisi lingkungan setempat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....