Kutim Usulkan Penguatan Irigasi Hadapi Kemarau 2026

  • 20 Apr 2026 16:43 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong penguatan infrastruktur pertanian, khususnya jaringan irigasi, sebagai langkah strategis menghadapi potensi kemarau panjang tahun 2026.

Usulan tersebut disampaikan Wakil Bupati Kutim Mahyunadi dalam rapat koordinasi ketahanan pangan nasional yang digelar di Kementerian Pertanian RI, Jakarta, Senin, 20 April 2026.

Mahyunadi menegaskan, pembangunan dan optimalisasi irigasi menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga ketersediaan air di lahan pertanian, terutama dalam menghadapi dinamika perubahan iklim.

“Kami mengusulkan penguatan irigasi dan itu mendapat respons positif dari pemerintah pusat. Ini penting untuk memastikan kebutuhan air bagi lahan sawah tetap terpenuhi,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan infrastruktur irigasi yang memadai akan menjadi penopang utama stabilitas produksi pangan di daerah. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Selain infrastruktur, pemerintah pusat juga memberikan jaminan terhadap ketersediaan sarana produksi pertanian seperti pupuk dan pestisida. Kepastian ini dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan produksi petani

Mahyunadi mengatakan, dukungan tersebut memberikan kepastian bagi daerah untuk tetap menjalankan program peningkatan produksi tanpa kekhawatiran terhadap kelangkaan sarana produksi.

“Pupuk dan pestisida dipastikan aman, sehingga petani dapat fokus meningkatkan produktivitas,” ucapnya.

Ia menambahkan, meskipun Kalimantan Timur diperkirakan tidak terdampak signifikan oleh fenomena El Nino, langkah antisipasi tetap diperlukan untuk mengurangi risiko yang mungkin timbul.

Pemerintah Kabupaten Kutim, lanjutnya, akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan seluruh program pertanian berjalan optimal.

Dengan dukungan infrastruktur dan sarana produksi yang memadai, diharapkan sektor pertanian di Kutai Timur mampu menjaga stabilitas produksi sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....