Forkopimda Kutim Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial
- 20 Apr 2026 16:49 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Sangatta – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat langkah deteksi dini terhadap potensi konflik sosial sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi Forkopimda yang digelar di Ruang Panel Sekretariat DPRD Kutim, Senin, 20 April 2026, dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, serta lembaga terkait lainnya.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam merespons berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, stabilitas daerah menjadi syarat utama keberlanjutan pembangunan.
“Koordinasi yang kuat menjadi kunci agar setiap potensi permasalahan dapat diantisipasi sejak dini dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, masing-masing unsur Forkopimda menyampaikan laporan situasi terkini, termasuk potensi kerawanan sosial di sejumlah wilayah. Hal ini dilakukan untuk memetakan risiko serta menentukan langkah antisipatif yang tepat.
Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto mengatakan, pihaknya terus meningkatkan pengawasan di titik-titik yang dinilai rawan terhadap gangguan keamanan. “Pengawasan terhadap wilayah yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas terus kami tingkatkan,” ujarnya.
Selain aspek keamanan, rapat juga menyoroti kondisi sosial ekonomi masyarakat yang dinilai turut memengaruhi stabilitas daerah. Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan sepakat memperkuat langkah preventif guna meminimalisir potensi gesekan sosial.
Wakil Ketua I DPRD Kutim Anjas menekankan pentingnya implementasi konkret dari hasil koordinasi tersebut. Ia berharap setiap kebijakan yang dihasilkan mampu menjawab persoalan di lapangan.
“Kami berharap hasil rapat ini tidak berhenti pada pembahasan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti untuk kepentingan masyarakat,” ucapnya.
Rapat koordinasi Forkopimda ini menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang akan dijalankan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing instansi. Penguatan komunikasi dan kolaborasi diharapkan mampu menjaga kondusivitas wilayah Kutai Timur secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....