Sampah Laut Didominasi dari Daratan, Edukasi Terus Digencarkan

  • 18 Apr 2026 14:34 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Permasalahan sampah masih menjadi isu penting yang hingga kini volume sampah semakin hari semakin meningkat, terutama jika membuang sampah di laut. Namun, apakah ada perbedaan jika seseorang membuang sampah di laut dan di sungai dan bagaimana pengaruhnya?

Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Muda dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim, Yuliana Nidyasari menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan edukasi terkait potensi bahaya membuang sampah di laut.

“Contohnya di Berau nih, di Kepulauan Derawan. Sebelumnya mereka pasti buang sampahnya ke laut, tapi sekarang di sana ada tempat pengelolaan sampah yang dibantu atau bermitra dengan NGO,” ucapnya.

Saat ini Pulau Derawan bekerja sama dengan WWF Indonesia dalam mengatasi permasalahan sampah. “Jadi ada tempat mendaur ulang untuk mengumpulkan sampah,” katanya dikutip Minggu, 18 April 2026.

Kemudian, sampah yang sudah dikumpul dari Pulau Derawan akan dibawa ke Kecamatan Tanjung Batu, “Di Tanjung Batu itu ada tempat mereka membangun seperti bank sampah juga,” katanya.

Dalam kesempatan menghadiri program acara SPADA (Selamat Pagi Teman Pro 2) edisi lingkungan hidup yang disiarkan di RRI Pro 2 Samarinda, ia menambahkan pentingnya menjaga lingkungan di daratan, tetapi juga di lautan.

Ia mengingatkan untuk selalu buang sampah pada tempatnya. “Karena sampah yang tersebar di laut datangnya dari daratan sebanyak 80 persen. Sisanya sampah yang memang dibuang ke laut,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....