Bahaya Ilmu tanpa Amal yang Ikhlas

  • 12 Apr 2026 16:45 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Fenomena perdebatan ego di ruang publik sering kali menjadi tanda bahaya bagi para pemilik ilmu. Ustaz Muhammad Khozin mengingatkan, ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah, bahkan bisa menjadi sumber kerusakan jika hanya digunakan untuk memenangkan argumen pribadi.

Dalam program Mutiara Pagi di Pro1 RRI Samarinda, Selasa, 31 Maret 2026, Ustaz Khozin menyoroti banyaknya orang pintar yang terjebak dalam diskusi tanpa akhir hanya demi kepuasan ego. Menurutnya, ilmu seharusnya menjadi wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt, bukan alat untuk menyombongkan diri.

Ia menegaskan, ilmu tanpa implementasi nyata tidak akan memberikan manfaat bagi pemiliknya maupun orang lain.

"Orang tanpa ilmu bisa sesat. Sesungguhnya ilmu saja tidak cukup, tetapi orang harus mengamalkan ilmunya. Bagaimana ilmu tanpa amal seperti pohon tanpa buah," ujarnya.

Selain pentingnya beramal, Ustaz Khozin juga menekankan aspek keikhlasan. Mengutip Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin, ia menjelaskan, semua manusia bisa binasa kecuali mereka yang berilmu, dan yang berilmu pun sia-sia kecuali yang mengamalkan ilmunya dengan ikhlas.

Keikhlasan adalah memurnikan niat hanya untuk Allah Swt tanpa mengharapkan popularitas atau pujian manusia.

"Dalam mengamalkan ilmu harus dilakukan dengan ikhlas. Allah Swt memerintahkan kita untuk menyembahnya dengan ikhlas. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatannya,” katanya.

Pesan ini menjadi pengingat bagi para penuntut ilmu agar selalu menjaga hati dari penyakit sombong. Ustaz Khozin berharap masyarakat dapat terus bersama para ahli zikir dan orang saleh agar ketakwaan serta keikhlasan dalam beramal tetap terpelihara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....