Kemuliaan Manusia sebagai Makhluk Allah Swt
- 12 Apr 2026 16:43 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Manusia diciptakan oleh Allah Swt sebagai makhluk yang paling mulia di muka bumi. Namun, kemuliaan tersebut bukanlah tanpa syarat. Manusia harus dijaga dengan keimanan dan kedekatan kepada orang-orang yang jujur atau siddiqin.
Dalam program Mutiara Pagi di Pro1 RRI Samarinda, Selasa, 31 Maret 2026, Ustaz Khozin menjelaskan, kemuliaan manusia telah ditegaskan dalam Al-Qur'an surah Al-Isra ayat 70.
Menurutnya, Allah Swt telah melebihkan anak dan cucu Nabi Adam di atas kebanyakan makhluk lainnya dengan kelebihan yang sempurna. Namun, tolok ukur kemuliaan yang hakiki di sisi Allah Swt adalah tingkat ketakwaan seseorang. Ia menekankan, untuk mencapai derajat takwa, seorang mukmin diperintahkan untuk selalu bersama dengan golongan siddiqin.
"Manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang paling mulia dibandingkan dengan makhluk ciptaan Allah lainnya. Mari kita pelihara kemuliaan yang Allah berikan kepada kita dengan takwa kepadanya,” ujarnya.
Terkait definisi siddiqin, Ustaz Khozin merujuk pada sosok Abu Bakar Ash-Siddiq sebagai teladan utama. Siddiqin adalah mereka yang memiliki tingkat kepercayaan dan loyalitas yang sangat tinggi terhadap kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah saw, bahkan sebelum akal manusia mampu menjangkaunya.
Ia menjelaskan, gelar As-Siddiq diperoleh Abu Bakar karena integritasnya yang tidak tergoyahkan, terutama saat peristiwa Isra Mi'raj.
"Siapa siddiqin itu? Yaitu orang-orang yang berhikmah karena memiliki kepercayaan yang tinggi. Tingkat kepercayaan semacam inilah yang membuat Abu Bakar mendapat gelar mulia tersebut yaitu Abu Bakar As-Siddiq,” katanya.
Ustaz Khozin mengajak umat Islam untuk menanamkan sifat jujur dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kejujuran bukan sekadar kata-kata, melainkan bimbingan Allah Swt yang membuat seseorang tidak ternodai oleh keburukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....