Pentingnya Refleksi Diri untuk Atasi Kelelahan Mental Spiritual
- 10 Apr 2026 04:55 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Istilah burnout yang marak terjadi saat ini sering kali disalahpahami hanya sebagai dampak dari beban kerja fisik yang berlebihan. Burnout sendiri adalah sebuah istilah dimana kondisi fisik dan mental seseorang mengalami kelelahan atau stres yang berlebihan.
Namun, dalam pandangan Islam kelelahan ini sebenarnya berakar pada konflik batiniah. Kondisi di mana seseorang seolah mengayuh perahu ke dua arah yang berlawanan secara bersamaan. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Ikhwan Saputera dari Kementerian Agama Kota Samarinda dalam siaran Mutiara Pagi RRI, pada Sabtu 4 April 2026.
Menurutnya, penyebab utama dari kehancuran mental ini bukanlah karena beratnya aktivitas, melainkan karena besarnya energi yang dihabiskan untuk melakukan pencitraan. Banyak orang terjebak dalam peran sebagai sosok yang sukses dan bahagia di media sosial, padahal batinnya merasa hampa dan lelah.
"Berakting menjadi orang sukses dan bahagia itu membakar energi otak dan sangat cepat. Kita lelah bukan karena bekerja tapi karena lelah karena berpura-pura," kata Ustaz Ikhwan.
Sering membandingkan diri dengan standar kesuksesan orang lain, membuat seseorang cenderung merasa tidak cukup baik dan tertinggal. Hal ini menciptakan rasa takut akan penghakiman yang melumpuhkan mental seseorang.
Kelelahan ini akhirnya merambah ke ranah spiritual yang disebut sebagai burnout batin. Banyak individu tetap menjalankan rutinitas ibadah, namun melakukannya secara rutinitas semata tanpa melibatkan rasa dan kehadiran jiwa.
"Mengikuti misalnya kajian-kajian tapi perilakunya tidak berubah gitu. Nah, ini kelelahan spiritual ya. Pekerja yang sangat sibuk misalnya juga, tapi kehilangan waktu untuk mengevaluasi diri atau refleksi diri. Akhirnya apa? Hidupnya menjadi kosong," ujarnya.
Ustaz Ikhwan menekankan pentingnya umat untuk mengambil jeda sejenak untuk mengevaluasi diri. Berhenti di sini bukan berarti meninggalkan tanggung jawab duniawi atau mengisolasi diri di gunung, melainkan meluangkan waktu singkat di sela rutinitas untuk melakukan refleksi mendalam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....