KBBI sebagai Pilar Literasi Bahasa di Era Digital

  • 08 Apr 2026 14:37 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan rujukan utama dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sebagai kamus resmi, KBBI tidak hanya menjadi pedoman dalam dunia pendidikan, tetapi juga digunakan secara luas dalam media, pemerintahan, hingga komunikasi sehari-hari. Kehadirannya menjadi penting di tengah perkembangan bahasa yang semakin dinamis, terutama di era digital yang sarat dengan istilah baru.

Hal tersebut menjadi pembahasan utama dalam program “Literasi Digital” Pro 1 RRI Samarinda, Selasa 7 April 2026, yang mengangkat topik pengguna dan penggunaan KBBI. Menghadirkan dua narasumber dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, yakni Widyabasa Ahli Pertama Suindah Sari, S.S., dan Pandu Pratama Putra, S.S., yang memberikan pemahaman mendalam terkait fungsi dan peran kamus dalam kehidupan berbahasa.

Suindah Sari menjelaskan bahwa kamus merupakan karya rujukan yang memuat berbagai informasi tentang kata, termasuk makna, penggunaan dalam kalimat, hingga asal-usulnya. Kamus berfungsi sebagai alat bantu utama untuk memahami bahasa secara lebih tepat dan sistematis. Dalam konteks pendidikan, kamus menjadi sumber penting untuk memperkaya kosakata dan memastikan pemahaman makna kata secara benar.

Selain itu, kamus juga memiliki berbagai jenis berdasarkan bahasa, isi, dan tujuan penggunaannya. Mulai dari kamus ekabahasa seperti KBBI, kamus dwibahasa, hingga kamus multibahasa yang mengakomodasi lebih dari dua bahasa. Dari segi isi, terdapat kamus umum dan kamus khusus yang memuat istilah dalam bidang tertentu, seperti kedokteran atau forensik.

Sebagai kamus umum, KBBI memiliki keunggulan karena menghimpun kata-kata yang hidup dan digunakan dalam masyarakat Indonesia. Hal ini menjadikan KBBI sebagai standar utama dalam menentukan kebakuan suatu kata. Keberadaan KBBI juga memudahkan pengguna dalam memastikan apakah suatu kata sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia atau belum.

“Kamus adalah karya rujukan yang memuat makna kata, penggunaannya dalam kalimat, hingga asal-usulnya, sehingga sangat penting dalam memahami bahasa secara tepat,” ujar Suindah Sari.

Sementara itu, Pandu Pratama Putra juga menegaskan bahwa KBBI dapat digunakan oleh semua kalangan tanpa batasan. Mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga profesional, semua dapat memanfaatkan KBBI untuk meningkatkan kualitas berbahasa. “Semua orang bisa menggunakan KBBI, baik dari kalangan pendidikan maupun profesional, untuk memastikan penggunaan kata sudah baku atau belum,” ucapnya.

Dalam praktiknya, KBBI membantu pengguna menghindari kesalahan penulisan yang dapat memengaruhi makna. Hal ini sangat penting terutama dalam penulisan karya ilmiah, seperti skripsi dan tesis, yang menuntut ketepatan bahasa. Kesalahan kecil dalam penulisan dapat menimbulkan perbedaan makna yang signifikan.

Sistem penyusunan KBBI yang alfabetis dari A hingga Z juga memudahkan pengguna dalam menemukan kata yang dicari. Setiap lema disusun secara sistematis, dimulai dari kata dasar hingga turunannya, termasuk frasa, idiom, dan peribahasa. Struktur ini membantu pengguna memahami hubungan antar kata dalam satu entri.

Seiring perkembangan teknologi, KBBI kini hadir dalam berbagai bentuk, tidak hanya buku cetak tetapi juga versi digital yang dapat diakses melalui perangkat elektronik. Hal ini semakin mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi kebahasaan kapan saja dan di mana saja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....