Haul ALHabib Sholeh: Tausiyah Habib Hasan Assegaf
- 08 Apr 2026 14:03 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Tanggul - Al Habib Hasan Assegaf memulai tausiyahnya dengan membaca Allahumma sholli wasallim wabarik ala sayyidina wa nabina maulana Muhammad wa ala alihi wasahbihi ajmain, Amma ba'du.
Kita sudah banyak mendengarkan kisah manaqib, sirah perjalanan Alhabib Sholeh, serta nasihat agama dari para tokoh, habaib, dan ulama kita.
Saya hadir hari ini untuk meneruskan hubungan yang pernah terjalin antara orang tua kami dengan Alhabib Sholeh.
Sebagaimana disampaikan oleh Al Habib Muhdar, benar bahwa kakek kami, Al Habib Muhammad bin Hud Assegaf, adalah murid tercinta sekaligus penulis banyak karya tentang Al Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid.
Saya ingin mengamalkan prinsip meneruskan cinta dan penghormatan kepada orang-orang yang dicintai oleh orang tua kita.
Saya merasa luar biasa karena di tengah-tengah fitnah, ujaran kebencian, dan sebagainya yang sering kita dengar, ternyata cinta kepada para auliyaillah, khususnya Alhabib Saleh bin Muhsin Al Hamid, tidak pernah surut.
Bahkan hari ini kita menyaksikan lautan manusia hadir di sini.
Mereka yang menyeru kebencian kepada para tokoh Islam, baik dari kalangan Sadah Bani Alawi maupun ulama dan masyaikh, sesungguhnya seperti kambing yang mencoba menabrak batu besar;
Batu itu tidak bergeser, tetapi kambingnya yang akan terluka. Itulah kenyataan yang ada.
Haul ini bukan untuk membanggakan diri. Banyak karamah Al Habib Sholeh yang sudah dikenal luas dan diceritakan dari mulut ke mulut.
Semua orang tahu tentang keistimewaan beliau. Saya hanya ingin menceritakan satu kisah, bahwa Habib Sholeh menerima semua tamunya tanpa terkecuali,
Mulai dari pejabat, ulama, masyarakat umum, hingga artis. Suatu kali ada orang kafir lumpuh datang membawa tas koper untuk meminta doa agar bisa berjalan.
Habib Sholeh tidak menerima uang tersebut tetapi melemparkannya jauh. Tak disangka, orang itu segera sembuh dan berlari mengejar tasnya.
Cerita ini mungkin bisa menjadi pelajaran bagi para habib atau kiai lainnya bahwa karamah tidak bisa dicari atau ditiru begitu saja.
Yang paling penting adalah meneladani bagaimana beliau memperoleh karamah, yaitu melalui awal mula ibadah, akhlak yang mulia, perlakuan baik terhadap sesama, kebersihan hati, dan mujahadah yang beliau jalankan. Itu yang perlu kita tiru.
Seperti yang disampaikan Gus Nusron Wahid, tidak ada wali yang bodoh. Semua wali pasti berilmu karena
Rasulullah bersabda bahwa Allah tidak akan mengangkat wali yang jahil. Bahkan jika seseorang yang kurang ilmu dikehendaki Allah menjadi wali, maka Allah akan memberinya ilmu terlebih dahulu.
Imam Syafi’i pun berkata, “Illam takunil ulama auliyaa falaisa lillahi waliyun” yang artinya jika para ulama bukan aulia, lalu siapa lagi yang pantas disebut aulia?.
Ilmu Alhabib Sholeh sangat luar biasa, meskipun beliau lebih dikenal karena karamahnya.
"Para hadirin, mari kita doakan semoga Al Habib Muhdar dan seluruh keturunan Al Habib Sholeh selalu diberi panjang umur, kesehatan, dan kekuatan oleh Allah, agar dapat melanjutkan tarekat, manhaj, akhlak, dan amaliah Al Habib Sholeh, " ujar Habib Hasan mendoakan,
Semoga segala hajat dunia dan akhirat kita dikabulkan oleh Allah Taala dengan berkah Al Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid.
Insyaallah kita tidak akan pulang dengan sia-sia. Semoga kita semua dipanjangkan umur, diberikan kesehatan yang sempurna, dan wafat dalam keadaan husnul khatimah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....