Pandai Bersyukur oleh Habib Muhammad Al Habsyi
- 07 Apr 2026 14:41 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Solo - Habib Muhammad Al Habsyi memulai kajian dengan mengucapkan, "Bismillahirohmanirohim, Alhamdulillahirobbil alamin, Allahumma sholli wasallim ala sayyidina Muhammadin wa'ala alihi washohbihi ajma'in." Beliau menyampaikan sebuah pelajaran berharga mengenai bab bersyukur.
Dilansir dari kanal YouTube AlHabib Muhammad. Dalam ceramahnya, Habib Muhammad mengisahkan dari kitab Risalatul Mudzakarah karya Habib Abdullah bin Alwi Alhaddad, bahwa jika perbuatan baik membuat kita bahagia dan perbuatan buruk membuat kita sedih, maka itu adalah tanda kita beriman.
Dengan kata lain, untuk mengetahui apakah kita memiliki iman, cukup lihat bagaimana perasaan kita saat melakukan kebaikan dan ketika berbuat dosa. Bila kita merasa senang saat berbuat kebaikan, berarti kita mempunyai iman. Dan bila kita merasa susah serta menyesal ketika berbuat dosa, itu juga ciri orang beriman.
Orang beriman menyadari bahwa setiap perbuatannya, baik atau buruk, memiliki konsekuensi dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Lebih lanjut, dalam kitab Nuzhatul Muttaqin dijelaskan bahwa Allah memberikan taufik, yaitu kekuatan dan bimbingan untuk berbuat ketaatan.
Contohnya adalah orang yang mampu melaksanakan salat, berarti dia mendapatkan taufik dari Allah.
Oleh sebab itu, kita harus selalu bersyukur atas taufik tersebut. Bahkan, azan subuh yang berkumandang tidak selalu bisa kita respon dengan segera bangun dan melaksanakan salat, karena belum tentu kita mendapatkan taufik pada waktu itu.
Setiap kali kita melakukan ketaatan, hendaknya kita bersyukur atas izin dan kekuatan yang Allah berikan.
Kesempatan duduk mengingat Allah pada saat ini saja sudah merupakan nikmat luar biasa.
Orang yang pandai bersyukur akan digiring oleh Allah menuju surga. Jalur syukur, sebagaimana jalur sabar, keduanya dapat membawa seseorang ke surga Allah.
Orang yang pandai bersyukur mampu mensyukuri nikmat sekecil apapun dengan ucapan "Alhamdulillah.".
Dengan sering bersyukur, Allah SWT akan menambah nikmat-Nya dalam hidup kita. Oleh karena itu, mari kita belajar menjadi hamba yang pandai bersyukur, selalu sadar atas anugerah Allah yang tiada terhingga, serta menjaga iman dengan perasaan gembira ketika berbuat kebaikan dan sedih menyesali kesalahan.
Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu bersyukur dan mendapatkan rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Amiin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....