Konselor Adiksi: Lingkungan Jadi Pemicu Awal Penyalahgunaan Narkoba
- 07 Apr 2026 07:26 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Faktor lingkungan menjadi salah satu pemicu seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Hal ini diungkapkan Konselor Adiksi Ahli Pertama Bareta Tanah Merah Samarinda, Endah Meilinda, dalam siaran Pro 1 RRI Samarinda.
Endah menjelaskan, sebagian besar klien yang menjalani rehabilitasi berawal dari rasa penasaran terhadap lingkungan pergaulan. “Rata-rata klien itu awalnya karena penasaran, melihat teman, lalu coba-coba,” ujar Endah, dikutip Selasa 7 April 2026.
Menurutnya, rasa ingin tahu yang tidak diimbangi dengan kontrol diri sering menjadi pintu masuk awal. Kondisi ini semakin diperparah ketika individu sedang menghadapi masalah pribadi, baik dalam keluarga maupun pekerjaan.
“Biasanya saat ada masalah keluarga atau pekerjaan, lalu diajak teman, akhirnya terjebak,” kata Endah. Ia menegaskan, penggunaan narkoba justru tidak menyelesaikan masalah, melainkan menambah persoalan baru dalam kehidupan klien.
Dari berbagai kasus yang ditangani, Endah menyebut faktor pekerjaan dan lingkungan kerja menjadi pemicu yang cukup dominan. Lingkungan yang tidak sehat membuat individu lebih rentan terpengaruh perilaku negatif.
“Pemicu yang paling banyak itu masalah pekerjaan dan lingkungan kerja,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa lingkungan tempat tinggal juga turut berperan dalam membentuk perilaku seseorang

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Kota Samarinda, tetapi juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Endah mengungkapkan, klien yang datang ke Bareta Tanah Merah bahkan berasal dari luar provinsi.
“Bukan hanya dari Samarinda, ada dari NTT, NTB, Medan, Jambi, bahkan Sulawesi,” ujar Endah. Hal ini menunjukkan persoalan penyalahgunaan narkoba menjadi tantangan yang luas dan lintas wilayah.
Proses rehabilitasi sendiri dapat diakses oleh masyarakat dari berbagai daerah melalui mekanisme pendaftaran yang tersedia. Setelah melalui tahap skrining, klien dapat langsung mengikuti program rehabilitasi di Samarinda.
“Biasanya mereka daftar dulu, setelah skrining langsung datang ke sini,” kata Endah. Ia menambahkan hampir setiap bulan selalu ada klien baru yang datang dari luar daerah.
Endah juga memastikan layanan rehabilitasi tetap berjalan secara konsisten, termasuk pada momen tertentu seperti bulan Ramadan. Hal ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan proses pemulihan klien.
“Setiap bulan ada klien baru, bahkan saat Ramadan juga tetap berjalan,” ucapnya. Ia menegaskan layanan ini terbuka bagi siapa saja yang memerlumemerlukankan bantuan.
Melalui layanan rehabilitasi yang komprehensif dan dukungan keluarga, diharapkan individu yang terjerat penyalahgunaan narkoba dapat pulih dan kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....