Investasi Modern dalam Perspektif Islam
- 06 Apr 2026 22:24 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Perkembangan instrumen investasi modern seperti bursa efek dan layanan pegadaian sering kali menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaiannya dengan hukum Islam. Ustaz Suwoko dari Muhammadiyah Kota Samarinda memaparkan pandangan Islam terhadap fenomena ini dengan menekankan pentingnya menghindari unsur perjudian dan ketidakpastian (gharar).
Ustaz Suwoko menjelaskan, prinsip ekonomi Islam terhadap modal kini telah bergeser dari paradigma lama. Jika dahulu ada anggapan "modal sekecil-kecilnya untuk untung sebesar-besarnya", dalam Islam yang benar adalah bagaimana dengan modal tertentu bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal dan adil bagi semua pihak yang terlibat.
Mengenai bursa efek, ia menyatakan, investasi saham diperbolehkan selama menggunakan jalur syariah. Namun, Ustaz Suwoko memperingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam spekulasi yang tidak jelas dasarnya. Ketidakpahaman terhadap mekanisme investasi sering kali membuat seseorang terjebak dalam kerugian yang besar.
"Bursa efek yang sekarang, misalnya ada bursa efek yang syariah dengan perjanjian di awal yang disepakati bersama dan saling menguntungkan. Nah, itu yang benar, tapi kalau yang tidak jelas itu jangan diikuti. Nanti kita bisa masuk ke dalam perjudian," ujarnya dikutip dalam Dialog RRI Samarinda pada Selasa 7 April 2026.
| Baca juga: Tradisi Pawai Obor Sambut Tahun Baru Islam |
Ia juga menyoroti bahaya psikologis dari transaksi yang bersifat spekulatif. Rasa penasaran untuk terus mendapatkan keuntungan tanpa memahami risiko dapat merangsang perilaku kecanduan seperti judi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap instrumen investasi sangat mutlak diperlukan sebelum seseorang terjun ke dunia pasar modal.
Terkait kebutuhan dana mendesak melalui sistem gadai, Ustaz Suwoko sangat menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan Pegadaian Syariah. Menurutnya, layanan syariah memberikan kepastian dan kesepakatan di awal yang melindungi nasabah agar tidak merasa dirugikan oleh sistem bunga konvensional yang memberatkan.
"Sekarang kita coba dan harus beralih kepada pegadaian yang syariah agar kedua belah pihak mendapatkan keuntungan dan prinsip pegadaian kan menolong menyelesaikan masalah tanpa masalah, nah ini jangan sampai menyelesaikan masalah dengan menambah masalah," ucapnya.
Dengan memilih lembaga keuangan yang berbasis syariah, umat Muslim tidak hanya mendapatkan solusi atas masalah ekonominya, tetapi juga menjalankan ketaatan kepada agama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....