Menyadari Barokah dalam Kehidupan
- 18 Jun 2026 06:58 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Di tengah derasnya arus kehidupan modern yang kian menuntut manusia untuk berlomba dalam mengejar dunia, seorang Muslim harus tetap menjaga keimanannya. Salah satunya adalah dengan menyadari nikmat dan berkah atau barokah yang berlimpah dan diberikan oleh Allah.
Barokah tersebut bukan sekadar bertambahnya harta atau kelapangan rezeki, melainkan hadirnya kebaikan yang terus mengalir dan membawa ketenangan dalam hidup. Hal tersebut ditegaskan oleh Ustaz Fatholis dalam siaran Mutiara Pagi RRI.
"Berapa banyak orang yang merasa seolah-olah akan hidup selamanya, sehingga menghalalkan segala cara untuk meraih dunia. Padahal semua itu fana,” kata Ustaz Fatholis.
Ia menegaskan bahwa kecenderungan manusia untuk mengejar dunia sering kali membuat mereka lalai terhadap hal yang lebih esensial, yaitu amal ibadah. Banyak orang rela menghabiskan waktu dan biaya besar untuk memperbaiki penampilan atau mengejar posisi sosial, namun justru mengabaikan salat, zikir, dan ibadah lainnya.
Hal ini bisa menghilangkan keberkahan dari anugerah tersebut. Barokah tersebut adalah kebaikan yang terus menerus berjalan.
"Barokah itu adalah kebaikan yang tidak terputus. Salat yang dijaga, zikir yang istiqamah, membaca Al-Qur’an, dan rasa syukur yang terus hidup dalam keseharian," ujarnya.
Selain keberlangsungan kebaikan, barokah juga dimaknai sebagai bertambahnya kebaikan dalam hidup seseorang. Ia mencontohkan bagaimana zikir seperti subhanallah, alhamdulillah, dan Allahu akbar memiliki nilai besar di sisi Allah, bahkan disebut dapat memenuhi timbangan amal kebaikan seorang hamba.
Oleh karena itu, ia mengajak umat Muslim untuk tidak terperdaya oleh dunia yang sementara, melainkan memperbanyak amal yang bernilai abadi.
Umat Islam diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat, serta menjadikan setiap aktivitas sebagai jalan menuju keberkahan hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....