Tips Gen Z Lawan Hoaks AI di Media Sosial
- 06 Apr 2026 15:29 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kehadiran media sosial di tengah generasi Z sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Selain memberikan dampak positif, media sosial juga membawa risiko negatif berupa penyebaran informasi yang tidak akurat, terutama dengan maraknya konten berbasis Artificial Intelligence (AI).
Putra Duta Bahasa Kaltim Kaltara 2024, Zaky Andriva Hibatullah, menjelaskan pentingnya mengolah informasi. ''Masih banyak masyarakat yang minim literasi membaca, sehingga mudah terjebak dengan judul konten yang provokatif atau clickbait. Pengguna sering kali hanya membaca judul tanpa mengulik isi konten secara mendalam,'' kata Zaky, dikutip Senin 6 April 2026.
Tantangan terbesar saat ini adalah membedakan antara konten asli dan buatan AI yang terlihat sangat nyata. Vidia Fatmawati, yang juga Putri Duta Bahasa Kaltim Kaltara 2024, membagikan tips sederhana untuk mengenali video AI. Ia menyarankan agar penonton memperhatikan detail kecil yang sering kali tidak sempurna.
"Pasti di ujung ataupun di awal videonya akan ada kejanggalan yang dibuat dari AI tersebut. Misalnya awalnya gambar kaki seharusnya dua, namun menjadi tiga karena buatan AI yang tidak detail," ujar Vidia kepada Odah Bekesah RRI Pro 4 Samarinda.
Selain memperhatikan detail visual, Zaky menambahkan bahwa kualitas gambar dan video AI biasanya berbeda dari aslinya karena dibuat oleh robot. Selain itu, keberadaan tanda air atau watermark pada video menjadi indikator penting agar tetap waspada. Membaca kolom komentar juga bisa membantu karena sering kali ada netizen yang sudah mencurigai keaslian konten tersebut.
Gen Z memiliki peran krusial sebagai penyaring informasi, terutama bagi generasi di atas mereka yang mungkin lebih mudah percaya pada hoaks di grup keluarga. Zaky menghimbau agar anak muda tidak malas untuk meluruskan berita yang salah dengan melampirkan bukti atau berita aslinya. Hal ini penting agar masyarakat tidak ikut hanyut dalam arus informasi yang menyesatkan.
Media sosial hanyalah alat, sementara edukasi adalah pilihan bagi setiap penggunanya. Dengan literasi yang baik, teknologi AI tidak akan menjadi ancaman, melainkan peluang untuk lebih maju dalam teknologi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....