Mindset Sukses Tausiyah Habib Muhammad Al Habsyi
- 01 Apr 2026 10:24 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Solo - Habib Muhammad memulai nasihatnya dengan bersyukur dan bershalawat kepada Rasulullah SAW, dan melanjutkan tausiyahnya dengan menyampaikan nasehat Habib Ali AlHabsy kakek beliau yang merupakan ulama dan waliyullah.
Dilansir dari you tobe Ustadz Muhammad Al-Habsyi. Bahwasanya bulan Ramadan telah berlalu. Maka apakah berlalunya bulan Ramadan ini sebagaimana bulan-bulan lainnya?
Beliau menanyakan, "Mana tanda diterimanya amal ibadah kalian? Mana cahaya yang melekat di wajah orang-orang yang telah mengisi waktunya dengan berzikir, mengisi waktunya dengan membaca Al-Qur'an dan mengisi waktunya dengan kebaikan.
Karena di zaman Al Habib Ali Habsy, beliau mengatakan orang yang keluar dari bulan Ramadan, maka tampak di wajahnya tanda kalau ini orang diterima amalnya sama Allah.
Ini orang ada cahaya daripada zikirnya, cahaya daripada bacaan Qurannya, cahaya daripada amal-amal saleh yang dia kerjakan di bulan Ramadan.
Kemudian beliau pun juga memotivasi kita semuanya untuk kita semuanya memiliki hubungan dengan Al-Qur'an.
Beliau mengatakan tidak ada yang lebih menyenangkan daripada Al-Qur'an. Enggak ada yang
lebih lezat daripada Al-Qur'an dan tidak ada yang lebih nikmat daripada Al-Qur'an.
kita sekarang ini sering mengisi waktu kita dengan scroll-scroll. Kita mungkin scroll medsos, scroll YouTube, YouTube shot, TikTok dan lain sebagainya.
“Dan kita menganggap itu ketenangan. Padahal ketika orang itu scroll-scroll yang semacam ini, maka banjir informasi itu menyebabkan dopamin membanjiri otaknya, “ ujar Habib.
Dan apabila itu terjadi terus-menerus, ada efek yang kurang baik.
Tapi ketika orang itu sumpek dan dia baca Al-Qur'an, maka yang terjadi justru sebaliknya dia akan mendapatkan ketenangan yang ketenangan itu tetap ada dalam dirinya. sekalipun qurannya sudah selesai dibaca.
Jejak daripada pengaruh bacaan Al-Qur'an itu itu tetap melekat dalam diri kita sehingga orang-orang yang setelah memiliki koneksi dengan Quran yang dekat seperti Habib Ali bin Muhammad Habsy.
Beliau mengatakan, "Saya heran dengan orang yang merasa fakir, merasa galau atas kefakirannya sedangkan dia punya Quran. Kok ada orang sumbek padahal punya Quran?.
Saya heran dengan orang merasa gelisah sedangkan dia punya Quran.
Habib Ali mengatakan seandainya Allah Subhanahu wa taala menciptakan kita dengan jasad ini dan kita diizinkan untuk kita bisa mendengarkan Quran,
Kita bisa membaca Al-Qur'an, maka itu adalah satu nikmat yang besar yang agung yang Allah berikan kepada kita semuanya.
“Maka ikhwani rahimakumullah, perlu kita tanyakan pada diri kita, kapan kita terakhir merasakan Quran ini adalah suatu kenikmatan untuk kita? Dan sejak kemarin 1 Syawal, udah berapa di antara kita yang mulai membuka Al-Qur'annya atau kita enggak kepikiran membuka Al-Qur'an sama sekali dan entah kapan Quran itu akan kita buka lagi di hari-hari yang berikutnya, “ ujar Habib.
Kemudian Habib Ali juga menasihatkan bahwasanya salat itu adalah waktu istimewa, modal kita. Kita ini hidup di dunia itu seperti orang tijarah, orang berdagang.
Yang sukses nanti balasannya surga. Untuk tijarah perdagangan kita ini modal utamanya adalah salat kita.
Bagaimana salat kita? Kita bisa gak kita mengupayakan untuk kita hadir dalam salat kita yang waktunya cuma 5 menit, 10 menit. Sedangkan waktu-waktu kita di luar salat sudah kita yang tahu dibuat untuk apa waktu kita. Kadang untuk ngobrol yang enggak ada manfaatnya, untuk hal-hal yang enggak berguna. Tapi waktu salat kita ini 5 menit, 10 menit.
"Bisa enggak? Kata beliau, kita hudur di situ. Jangan sampai kita menjadi orang yang kita nanti ketika wafat satu pun gak pernah ada salat kita yang diterima sama Allah Taala. Kenapa? Takbiratul ihramnya sambil ngelamun, bacaan alfatihahnya sambil ngelamun, rukuknya, sujudnya semua sambil kita lakukan sambil lalu hanya sekedarnya saja tanpa kita berusaha untuk menghadirkan hati kita di situ," ujar Habib Muhammad.
Sedangkan beliau tadi juga mengatakan di dalam Al-Fatihah tuh ada pujian pada Allah, kemudian ada istianah, minta pertolongan pada Allah dan juga ada doa pujian yaitu dengan alhamdulillahirabbil alamin.
Nanti minta tolongnya dengan bagian iyaka na'budu wa iyaka nasta'in. Ya Allah, hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.
Maka setelah kita memuji Allah, kita minta pertolongan pada AllahTaala, barulah kita meminta satu permintaan kepada Allah yaitu ihdinasiratal mustaqim. Ya Allah, berikanlah kepada kami petunjuk untuk mengikuti jalan yang lurus.
Jalan yang lurus itu jalannya siapa? jalannya orang yang telah Engkau beri nikmat itu dan seterusnya sampai akhir surat. Kemudian beliau mengajarkan pada kita untuk kita mulai mengatur diri kita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....