Momentum Idul Fitri dan Tanda Diterimanya Amal Ibadah

  • 26 Mar 2026 14:32 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Salah satu tanda keberhasilan ibadah seseorang dapat dilihat dari keberlanjutan kebaikan setelah bulan Ramadan berakhir. Hal itu disampaikan anggota Muharrik Dakwah Samarinda, Abdy Rahman. Ia menyampaikan, konsistensi dalam beramal menjadi indikator diterimanya ibadah oleh Allah SWT.

“Kebaikan yang kita lakukan setelah Ramadan merupakan kelanjutan dari amal sebelumnya dan menjadi salah satu tanda bahwa ibadah kita diterima oleh Allah,” ujarnya.

Dalam program Tauladan (Tanya Ustaz di Bulan Ramadan) yang disiarkan di RRI Pro 2 Samarinda, Abdy Rahman mengajak pendengar untuk memahami tanda-tanda diterimanya amal. Menurutnya, salah satu cirinya adalah ketika amalan selama Ramadan tetap dijalankan secara konsisten pada bulan-bulan berikutnya.

Ia menjelaskan, kunci menjaga istiqamah setelah Ramadan terletak pada konsistensi dan komitmen dalam beragama. Semangat ibadah yang telah terbentuk selama sebulan penuh seharusnya tidak berhenti begitu saja setelah Ramadan usai.

Lebaran, lanjutnya, menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri) serta saling memaafkan.

Abdy Rahman juga mengingatkan agar Ramadan dijadikan sebagai titik awal untuk memperbaiki diri. Menurutnya, ego dan gengsi kerap menjadi penghalang dalam memperbaiki hubungan antarsesama di luar bulan Ramadan.

“Mungkin kita pernah memiliki permasalahan. Jadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri,” ujarnya, Kamis 26 Maret 2026.

Selain itu, ia mengibaratkan Idulfitri sebagai hari penyucian diri bagi umat Muslim. Momentum tersebut merupakan puncak dari rangkaian ibadah Ramadan yang bertujuan mengembalikan manusia pada fitrahnya.

Ia juga menjelaskan Ramadan terbagi dalam tiga fase utama, yakni 10 hari pertama sebagai rahmat, 10 hari kedua sebagai ampunan (maghfirah), dan 10 hari terakhir sebagai pembebasan dari api neraka.

Abdy Rahman berharap umat Muslim yang menjalani Ramadan 1447 Hijriah dapat kembali menjadi pribadi yang fitri, bersih dari dosa dan kesalahan. Ia menegaskan, Idulfitri adalah waktu terbaik untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi dengan sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....