Menghadapi Masa Futur, Begini Cara Menjaga Keistiqomahan

  • 26 Mar 2026 08:34 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Setiap amal ibadah yang dilakukan seseorang selalu memiliki semangat yang menyertai. Namun pada setiap semangat tersebut terdapat masa futur, yakni masa ketika motivasi atau semangat dalam menjalankan ibadah mulai menurun.

Anggota Muharrik Dakwah Samarinda, Ustaz Abdy Rahman, menyampaikan yang berbahaya bukanlah penurunan motivasi itu sendiri, melainkan ketika seseorang berhenti melakukan kebaikan.

“Sebenarnya yang bahaya itu bukan turunnya semangat, tetapi berhentinya kita dari sebuah kebaikan yang kita lakukan,” ucapnya.

Ia menjelaskan bagaimana cara menjaga keistiqomahan agar seseorang tetap terbiasa menjalankan amal-amal kebaikan. Menurutnya, kebiasaan baik yang telah dibangun selama Ramadan tidak boleh dilepas begitu saja.

Langkah pertama adalah meniatkan diri untuk memperbaiki diri. Setelah melewati bulan Ramadan yang merupakan bulan tarbiah atau bulan pendidikan, seseorang diharapkan mampu membawa perubahan menuju pribadi yang lebih baik.

“Bulan pendidikan sebagai sekolah. Sudah semestinya jika kita analogikan ketika kita sekolah dari yang tadinya tidak baik menjadi baik,” katanya, dikutip Kamis 26 Maret 2026.

Salah satu caranya adalah menjaga salat wajib lima waktu agar tetap dilaksanakan tepat waktu. Ia mendorong umat muslim untuk membiasakan diri salat berjamaah di masjid. “Kemudian berjamaah di masjid. Ini adalah salah satu cara menjaga keistiqomahan kita,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak doa dan berbagi kepada sesama seperti berinfak dan bersedekah. Menurutnya, kebiasaan bersedekah tidak seharusnya hanya dilakukan pada bulan Ramadan, melainkan sepanjang tahun untuk membantu mereka yang membutuhkan.

“Kita bersedekah tanpa harus menunggu bulan Ramadan kepada orang-orang yang membutuhkan dan memerlukan bantuan,” katanya.

Selain itu, ia mengajak umat muslim untuk tetap melanjutkan tilawah dan berupaya menyelesaikan atau mengkhatamkan Al-Qur’an pada bulan-bulan berikutnya.

“Kita menjalankan tilawah yang mungkin sudah kita coba untuk khatam Al-Qur’an di bulan Ramadan, kita coba khatamkan kembali di bulan-bulan yang lain,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....