Memahami Tiga Fungsi Al-Qur'an sebagai Pedoman Kehidupan
- 20 Mar 2026 16:17 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim, Indonesia memiliki landasan nilai keagamaan yang kuat. Namun tetap ada berbagai tantangan kehidupan sosial yang harus dihadapi. Ustaz Syarif Hidayatullah menyoroti kemaksiatan seperti perjudian, korupsi, dan perzinaan masih marak terjadi.
Hal ini menunjukkan kitab suci belum sepenuhnya diimplementasikan dalam tindakan nyata sehari-hari. Al-Qur'an memiliki tiga fungsi utama, yaitu sebagai Hudan (petunjuk), Bayyinah (penjelasan/bukti), dan Furqan (pembeda).
Ustaz Syarif Hidayatullah dari Sahabat Misykat Indonesia, menekankan Hudan sering kali berhenti pada teori yang dibaca saja. Padahal, petunjuk tersebut seharusnya menjadi kompas bagi manusia untuk mengatur perilaku kehidupan mereka.
Menurut Ustaz Syarif, jika petunjuk Al-Qur'an benar-benar diwujudkan, maka tingkat kemaksiatan di tengah masyarakat perlahan akan mengalami penurunan secara signifikan.
"Contohnya seperti resep sayur asam. Kalau resep itu cuma dibaca tapi tidak pernah dipraktikkan, maka tidak akan terjadi furqan atau tidak terlihat hasilnya," kata Ustaz Syarif, dikutip Jumat 20 Maret 2026.
Aktivitas keagamaan besar seperti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) dari tingkat desa hingga nasional menjadi contoh yang baik. Kegiatan tersebut harus mulai diarahkan untuk menerapkan Al-Qur'an dalam perilaku sosial.
Keberhasilan para sahabat Rasulullah seperti Umar bin Khattab, sosok yang mampu mewujudkan nilai Al-Qur'an dalam kepemimpinan yang bijak. Beliau rela memikul gandum sendirian untuk rakyatnya yang kelaparan. Karakter mulia seperti ini muncul karena Al-Qur'an menjadi pedoman hidup yang dilaksanakan dengan baik.
Sebagai penutup, umat Islam harus menjadi satu kesatuan tanpa berpecah belah. Dengan bersatu mempraktikkan isi Al-Qur'an secara serentak, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi rahmatan lil alamin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....