Bulan Ramadan Sebagai Momentum Dikabulkannya Doa
- 06 Mar 2026 20:53 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Bulan Ramadan sering kali dipahami oleh sebagian umat Muslim sebagai bulan di mana doa paling mustajab hanya terjadi saat menjelang berbuka puasa. Namun, dalam program Dialog Ramadan di Pro1 RRI Samarinda, Kamis, 26 Februari 2026, Ustazah Farah Laa Ghibah meluruskan pemahaman tersebut dengan menekankan, seluruh waktu di bulan suci ini adalah peluang emas untuk berdoa.
Menurut Ustazah Farah, terdapat redaksi hadis yang sangat menarik untuk diperhatikan oleh setiap muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Ia merujuk pada riwayat Imam Ibnu Majah yang menjelaskan durasi kemustajaban doa bagi orang yang berpuasa.
"Kenapa? Karena redaksi yang sesungguhnya muncul di hadis adalah hatta yuftir, sampai berbuka. Namanya sampai berbuka, berarti sejak kapan kita mulai berpuasa? Sejak azan subuh dikumandangkan sampai azan magrib berkumandang," ujar Ustazah Farah.
Hal ini menggambarkan bahwa selama durasi 12 hingga 14 jam seseorang menahan haus dan lapar, selama itu pula lisan dan hatinya memiliki jalur khusus menuju pengabulan doa.
Tidak berhenti di situ, kemustajaban ini berlanjut hingga malam hari melalui amalan-amalan ibadah malam dan ampunan yang Allah Swt tebar setiap malamnya.
Ustazah Farah menyimpulkan, tidak ada waktu yang sia-sia di bulan ini. Ia mengajak jamaah untuk memiliki daftar keinginan doa yang spesifik agar tidak kebingungan saat menghadapi waktu-waktu berharga tersebut.
"Jadi bisa dikatakan 24 jam di bulan Ramadan adalah waktu mustajab dikabulkannya doa-doa," katanya.
Dengan pemahaman ini, diharapkan umat Muslim dapat lebih maksimal dalam mengantarkan doa mereka tanpa terbatas pada jam-jam tertentu saja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....