Warga Binaan Ikuti Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan

  • 27 Feb 2026 22:22 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan - Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Balikpapan kembali melaksanakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan sebagai bagian dari proses pembinaan dan evaluasi warga binaan, Jumat, 27 Februari 2026. Sidang digelar di aula rutan dan diikuti 30 warga binaan yang diusulkan mengikuti program integrasi. Kegiatan ini menjadi tahapan penting sebelum pemberian hak Pembebasan Bersyarat maupun Cuti Bersyarat.

Dari total peserta, 11 orang diusulkan mengikuti program Cuti Bersyarat dan 19 orang diusulkan Pembebasan Bersyarat. Tiga orang di antaranya turut diusulkan untuk kurve sesuai hasil penilaian administrasi dan substantif. Seluruh usulan telah melalui proses verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Sidang dipimpin Ketua Sidang yang juga Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Adi Nugroho. Ia menjelaskan bahwa sidang TPP merupakan tahapan awal dalam proses integrasi warga binaan kembali ke masyarakat. Setiap usulan dinilai berdasarkan kelengkapan administrasi serta hasil pembinaan selama menjalani masa pidana.

“Ini adalah tahapan awal dalam proses integrasi. Setelah nantinya bebas dan kembali ke masyarakat, tetap akan mendapatkan bimbingan dan pengawasan dari Pembimbing Kemasyarakatan Bapas serta melaksanakan wajib lapor sesuai ketentuan,” ujarnya.

Ia menegaskan integrasi bukan akhir pembinaan, melainkan bagian dari proses berkelanjutan.

Sidang turut dihadiri Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan serta Pembimbing Kemasyarakatan dari Bapas Balikpapan. Dalam forum tersebut dipaparkan hasil asesmen kepribadian, kesiapan sosial, serta perkembangan sikap dan disiplin warga binaan. Wali Pemasyarakatan juga menyampaikan laporan partisipasi warga binaan dalam program pembinaan.

Pemberian program integrasi merupakan bagian dari sistem pemasyarakatan yang menekankan pembinaan, pengawasan, dan tanggung jawab. Warga binaan yang memenuhi syarat diharapkan mampu beradaptasi kembali secara bertahap di tengah masyarakat. Evaluasi dilakukan untuk memastikan kesiapan secara mental dan sosial.

Rutan Balikpapan menegaskan komitmennya menjalankan proses pembinaan secara objektif dan transparan. Warga binaan yang diusulkan memperoleh program integrasi diharapkan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik. Kepercayaan yang diberikan menjadi modal untuk tidak kembali melakukan pelanggaran hukum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....