Hikmah Ramadan: Nilai Besar di Balik Kebaikan Kecil

  • 20 Feb 2026 12:04 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Bulan Ramadan kembali menjadi momen penuh keberkahan bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selain menjadi waktu untuk memperbanyak ibadah, Ramadan juga menghadirkan kesempatan untuk kembali memperbaiki diri setelah sebelas bulan disibukkan oleh berbagai urusan duniawi. Hal tersebut disampaikan Muhammad Afik Almuntadar dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Samarinda saat mengisi segmen Tauladan di Pro 2 RRI Samarinda, pada Kamis sore, 19 Februari 2026.

Afik menjelaskan rasa syukur saat kembali dipertemukan dengan Ramadan adalah tanda Allah masih memberikan kesempatan bagi hamba-Nya untuk meningkatkan amalan dan memperbaiki kekurangan. “Selama 11 bulan di luar bulan Ramadan kita telah dilalaikan oleh dunia. Maka dengan datangnya bulan Ramadan ini, Allah memberikan kita kesempatan untuk sama-sama memperbaiki diri,” ujarnya.

Dalam penyampaiannya, Afik menyoroti tema tentang amalan-amalan sederhana yang kerap dianggap sepele, namun justru memiliki nilai pahala yang sangat besar. Ia mengingatkan bahwa kebaikan kecil yang dilakukan dengan tulus dapat menjadi catatan amal besar di sisi Allah. “Amalan-amalan sederhana yang dianggap remeh, bisa menjadi pahala yang begitu besar diganjar oleh Allah,” ucapnya..

Salah satu amalan sederhana yang ia contohkan adalah menyingkirkan gangguan di jalan, seperti duri atau batu kecil yang berpotensi mencelakai orang lain. Hal kecil yang sering tidak diperhatikan ini menurutnya bisa bernilai pahala luar biasa jika dilakukan dengan niat membantu sesama. “Maka mungkin Allah bisa mengganjar pahala itu lebih besar daripada pahala-pahala yang wajib,” kata Afik.

Ia menambahkan bahwa masyarakat sering kali terlalu fokus pada ibadah-ibadah besar yang jelas pahalanya, seperti melaksanakan haji, berangkat umrah, atau bersedekah dalam jumlah besar. Meskipun ibadah tersebut sangat dianjurkan, Afik mengingatkan bahwa hal itu tidak boleh membuat seseorang meremehkan amalan kecil lain yang juga bernilai ibadah.

“Bukan berarti amalan ini tidak baik, justru sangat baik, namun ada bahaya yang mengintai karena kita sering meremehkan amalan-amalan kecil yang padahal bisa menjadi tiket kita menuju surga,” katanya.

Melalui materi tersebut, Afik mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap kesempatan kebaikan di sekitar. Ramadan bukan hanya soal ibadah besar, melainkan juga tentang bagaimana setiap tindakan kecil dilakukan dengan niat tulus untuk memberi manfaat bagi orang lain. Dari sekadar menyingkirkan duri di jalan hingga membantu seseorang dalam kesulitan, semua dapat menjadi amalan yang mengantarkan pada keberkahan.

Afik berharap momentum Ramadan tahun ini dapat menguatkan semangat masyarakat untuk memperbanyak kebaikan dalam bentuk apa pun. Dengan menjalankan amalan-amalan sederhana namun penuh makna, Ramadan dapat menjadi bulan transformasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik, peduli, dan bermanfaat bagi sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....