Inovasi Ekonomi dari Pemilahan Sampah Rumah Tangga
- 18 Feb 2026 08:52 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Mengubah sampah menjadi berkah bukan sekadar slogan bagi tim Bank Sampah Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Mulawarman (Unmul). Dalam program Green Radio Pro1 RRI Samarinda, mereka memaparkan cara mengolah sampah rumah tangga menjadi produk bernilai jual.
Melalui edukasi teknis, Bank Sampah Faperta Unmul mengajak masyarakat Kota Samarinda untuk mulai memilah sampah dari tingkat rumah tangga. Selain menjaga kebersihan lingkungan, pemilahan yang tepat juga membuka peluang ekonomi melalui inovasi produk daur ulang, seperti ecobrick.
Bendahara Bank Sampah Faperta Unmul, Amara Ratih Adibny, menjelaskan pemilahan sampah nonorganik memerlukan ketelitian agar memiliki nilai jual tinggi. Salah satunya pada botol plastik yang kerap dianggap sepele.
“Untuk pemilahan botol, kami memiliki kriteria botol bersih, yakni terlepas dari label, cincin, dan tutupnya,” ujarnya, dikutip Rabu 18 Februari 2026.
Selain botol plastik, sampah kertas juga harus dipisahkan berdasarkan jenisnya, seperti kertas HVS, kertas campuran, hingga sampul buku. Pemisahan ini memudahkan proses daur ulang serta meningkatkan nilai ekonominya.
Ketua HPSN 2026 Bank Sampah Faperta Unmul, Ahmadika Widi Kusuma, menambahkan salah satu inovasi unggulan yang dikembangkan adalah pembuatan ecobrick. Sampah plastik berukuran kecil yang sulit didaur ulang secara konvensional, seperti label minuman kemasan, dipotong kecil lalu dimasukkan ke dalam botol hingga padat.
“Untuk saat ini kami mengolahnya menjadi ecobrick. Sampah kecil seperti label minuman dipotong kecil-kecil, kemudian dimasukkan ke dalam botol sampai padat. Nantinya bisa dirangkai menjadi kursi atau meja,” katanya.
Selain pengelolaan internal, Bank Sampah Faperta Unmul juga memperluas jejaring melalui kolaborasi dengan sektor swasta. Sampah kemasan produk tertentu dapat dikumpulkan dan ditukarkan dengan hadiah menarik, bahkan hingga hadiah umrah.
Upaya tersebut menunjukkan bahwa sampah plastik memiliki ekosistem nilai ekonomi yang luas apabila dikelola secara profesional dan kolaboratif.
Gerakan ini diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat dari membuang atau membakar sampah menjadi menabung sampah. Dengan demikian, beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat berkurang sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian rumah tangga di Kota Samarinda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....