Kaltim Percepat Transformasi Ekonomi Hijau Berbasis Bukti

  • 12 Feb 2026 13:25 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Bappeda terus mendorong percepatan transformasi ekonomi hijau. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan ekonomi daerah yang selama ini didominasi sumber daya alam ekstraktif, seperti batu bara.

Kepala Bidang Perekonomian dan Sumberdaya Alam Bappeda Kaltim, Wahyu Gatut Purtoyo, mengatakan transformasi ini sebenarnya sudah menjadi arah pembangunan lama, namun kini difokuskan melalui wadah Forum Konsultasi Daerah (FKD). “Kami berharap forum ini bisa menyusun rencana strategis untuk mentransformasi sektor ekstraktif menjadi sektor non-ekstraktif di Kalimantan Timur,” ujarnya kepada rri.co.id, Kamis 12 Februari 2026.

Menurut Gatut, FKD telah menetapkan 15 ekonomi unggulan prioritas yang akan menjadi pengganti jika sumber daya seperti batu bara mulai menurun. Sektor-sektor ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hijau secara berkelanjutan.

“Transformasi ini bukan sekadar program baru, tapi percepatan dari rencana yang sudah ada. Kami ingin memastikan transisi ekonomi ini berjalan terencana dan berbasis data,” kata Gatut.

Dalam hal data dan perencanaan, Gatut memastikan Bappeda Kaltim telah menyiapkan dokumen perencanaan jangka panjang hingga tahun 2045. Dokumen ini menjadi dasar bagi implementasi proyek Green Economic Recovery: Green Growth Diagnostic Framework, kerja sama Bappenas dengan mitra Jerman, GIZ.

Bappeda Kaltim menekankan pentingnya perencanaan berbasis bukti agar transformasi ekonomi hijau dapat terintegrasi dalam strategi pembangunan daerah dan menjawab tantangan spesifik wilayah. Peserta forum dan perangkat daerah akan memanfaatkan data ini untuk menyusun langkah-langkah konkrit di tingkat lokal.

Proyek transformasi ekonomi hijau ini menempatkan Kaltim sebagai salah satu provinsi utama pilot project, bersama Bali dan Kepulauan Riau, dengan dukungan provinsi lain seperti Aceh, Jawa Tengah, NTT, dan Sulawesi Selatan. Dengan langkah ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi di Kaltim dapat lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....