Bahaya Pinjol dan Perangkap Gaya Hidup
- 11 Feb 2026 06:55 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Fenomena pinjaman online (pinjol) menjadi sorotan utama dalam tausiyah Ustaz Mustamin Fattah dalam program Mutiara Pagi di Pro1 RRI Samarinda, Rabu 4 Februari 2026.
Ia memperingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan kemudahan syarat yang ditawarkan oleh aplikasi pinjaman digital. Sering kali, iklan yang terlihat sangat membantu justru menjadi awal dari penderitaan batin yang berkepanjangan akibat jeratan bunga yang tidak masuk akal.
Ustaz Mustamin menjelaskan, banyak pinjol mengandung unsur gharar (ketidakjelasan) dan riba yang nyata. Biaya-biaya tersembunyi, penalti yang progresif, serta sistem penagihan yang meneror kontak pribadi menjadi risiko besar yang harus ditanggung peminjam. Kehormatan seseorang sering kali dipertaruhkan hanya untuk mendapatkan dana segar dalam waktu singkat.
"Hati-hati masyarakat kita ini jangan mudah terpengaruh oleh iklan-iklan seperti itu. Nyatanya ternyata menyakitkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti akar permasalahan hutang di zaman modern, yakni ketidakmampuan membedakan antara kebutuhan (hajat) dan keinginan gaya hidup. Banyak orang terjerumus hutang bukan karena tidak bisa makan, melainkan karena ingin mengikuti tren, seperti memiliki perangkat mewah atau kendaraan yang melebihi batas kemampuan finansialnya.
Gaya hidup hedonisme dan keinginan untuk terlihat mewah di mata orang lain sering kali menjadi pemicu utama. Ustaz Mustamin menyayangkan adanya masyarakat yang rela menjual ketenangan batinnya demi mendapatkan "gengsi" sesaat melalui cicilan konsumtif yang sebenarnya tidak diperlukan.
"Yang menjadi masalah itu adalah yang sering membuat seseorang itu terjerat di dalam sistem ini karena gaya hidup,” kata Ustaz Mustamin.
Islam mengajarkan keseimbangan dalam hidup. Jika seseorang harus berhutang, niatnya harus benar-benar untuk memenuhi kebutuhan dasar, bukan untuk pamer. Memaksakan diri untuk memiliki barang bermerek dengan cara berhutang hanya akan menjatuhkan harga diri di hadapan masyarakat saat tagihan mulai mengejar.
Ia mengajak umat untuk lebih memilih hidup sederhana namun tenang, daripada terlihat mewah namun selalu dihantui oleh ketakutan akan kejaran penagih hutang yang bisa merusak kesehatan mental dan hubungan sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....