Haul KH. Mahmud Hasil bin Muhammad Hasil
- 09 Feb 2026 10:27 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Palangkaraya - KH. Mahmud lahir di Banjarmasin pada tahun 1946. Nama beliau diberikan kedua orang tuanya adalah Ahmad
Dilansir dari uin Antasari. ac.id. Beliau lahir dalam keluarga yang sederhana. Kedua orang tua beliau berasal dari Madura, tepatnya di daerah Bangkalan. Pada saat itu pekerjaan ayahnya sebagai tukang cukur, berkeinginan untuk pindah ke Banjarmasin hingga ia membawa seluruh keluarganya ke sana pada tahun 1946.
Beliau oleh ayahnya dimasukan di Pondok Pesantren Darussalam Martapura hingga lulus pada tahun 1973.
Syech Mahmud mengkhususkan diri menuntut ilmu- ilmu agama, antara lain Ilmu hakikat maupun Ilmu Tasawuf Muhaqqiqīn pada Tuan Guru KH. Abdu Syukur di Teluk Tiram Banjamasin dan KH. Anang Ramli Bati-bati, KH husin Dahlan.
Nama Mahmud adalah pemberian guru beliau KH Husin Dahlan Banjarmasin. Syech Mahmud Hasil mengarang 5 kitab yaitu Simpanan Berharga, Sarantang seruntung, Wajah sampai keputing, tuntung pandang, kayuh bahimbai.
| Baca juga: Menelusuri Sejarah Lahirnya Kalender Hijriah |
Syech Mahmud Hasil menikah tahun 1978 dengan Hajjah Rosita dan dikaruniai 14 orang anak. KH. Mahmud Hasil dikenal sebagai seorang tuan guru atau ulama dibidang tasawuf,
Semasa beliau hidup bertempat tinggal di jalan Ramin III no 1, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Di sana beliau mendirikan pengajian atau majelis ta’lim yang rutin diadakan pada malam rabu, diketahui majelis tersebut merupakan salah satu majelis yang tertua di Palangkaraya Kalimantan Tengah.
Majelis yang dibangun oleh KH. Mahmud Hasil dibantu oleh beberapa keluarga pada tahun 1995 yang di kenal dengan Majelis Ta’līm Ubūdiyah. Nama Ubūdiyah, diberikan oleh gurunya bernama KH. Anang Ramli dari Bati-Bati setelah menuntut ilmu khususnya ilmu tasawuf.
Selain membangun majelis ta’lim, di sana beliau juga mendirikan serta sekaligus menjadi pengasuh pondok pesantren yang bernama Pondok Pesantren Sunan Jati.
Kehidupan sehari-hari beliau sebagai ulama adalah mengisi beberapa pengajian di Palangkaraya. Bahkan bisa sampai ke luar kota seperti Pangkalanbun, Sampit, Kapuas, Banjarmasin dan juga kepelosok- pelosok daerah.
Sebagai seorang tokoh agama, ia selalu membuka pintu rumahnya untuk masyarakat yang ingin bertanya perihal agama.
Kebanyakan mereka yang bertamu ke rumah beliau adalah murid-muridnya yang ingin membahas lebih lanjut perihal isi dari pengajiannya atau berkonsultasi tentang persoalan persoalan tasawuf untuk mereka yang ingin menggali dan mendalami ilmu tasawuf
Beliau berpulang ke rahmatullah pada 19 Februri 2025 atau 20 Sa’ban 1446 dalam usia 80 tahun.
Wasiat Syech Mahmud Hasil pada masa murid – muridnya ada Sembilan yaitu:
1. Ingat ajaran abah dan amalkan
| Baca juga: Batin Lebih Utama dari Zahir Menurut Islam |
2. Jangan tinggalkan salat
3. Baca alquran amalkan alfatihah, al ikhlas, alam nasroh
4. Baca salawat
5. Baca tasbih subhanalah walhamdulillah walailahaillah walahuakbar walahaulawalakuwwata illa billahialiyul azim
6. Jangan buruk sangka
7. Lanjutkan pengajian
8. Ingat ilmu disertai amal, amal disertai ilmu jangan terlena dengan kemuliaan
9. Ingat prinsip mengajar, murid- murid harus merdeka
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....