Ear Tip, Cara Aman Tandai Kucing Steril
- 08 Feb 2026 11:40 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Populasi kucing liar di Samarinda mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Banyaknya kucing yang dibuang ke jalan membuat sejumlah komunitas pecinta hewan turun tangan untuk menjaga kesejahteraan mereka. Salah satunya adalah Cat Lover Samarinda yang aktif melakukan pemantauan dan penanganan kucing yang hidup di ruang publik.
Lonjakan populasi ini bukan hanya memengaruhi kesehatan kucing, tetapi juga menimbulkan tantangan baru bagi lingkungan. Tanpa pengelolaan yang tepat, kucing liar berpotensi berkembang biak dengan cepat sehingga menimbulkan risiko penyebaran penyakit, persaingan makanan, hingga konflik dengan manusia. Hal inilah yang mendorong komunitas pecinta kucing melakukan tindakan preventif.
Cat Lover Samarinda mengambil langkah konkret dengan menjalankan program sterilisasi kucing, terutama bagi kucing liar. Ketua Cat Lover Samarinda, Lucky Yulianti, menjelaskan bahwa sterilisasi menjadi cara paling efektif untuk menekan populasi tanpa harus memindahkan kucing dari habitat awalnya. “Para kucing liar diambil sementara untuk steril, setelah itu dikembalikan lagi ke tempatnya agar tidak overpopulasi,” ujarnya saat dialog Tonight Corner edisi Komunitas pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Lucky menambahkan, banyaknya kucing yang dibuang sering membuat relawan kesulitan membedakan mana kucing yang sudah disterilkan. “Kadang kami sampai bingung mana kucing yang sudah disteril atau belum. Jadi kami memberi tanda seperti ear tip,” jelasnya. Tanda ini menjadi kunci dalam memastikan upaya pengendalian populasi berjalan efektif dan tidak terjadi prosedur sterilisasi ganda.
Ear tip merupakan penandaan berupa potongan kecil sekitar satu sentimeter berbentuk takik huruf V di ujung daun telinga kucing, umumnya pada telinga kiri. Tanda ini diberikan oleh dokter hewan setelah proses sterilisasi sebagai bukti permanen bahwa kucing telah melalui tindakan medis tersebut. Teknik ini lazim digunakan di banyak komunitas penyelamat kucing karena mudah terlihat bahkan dari kejauhan.
Prosedur ear tip dilakukan saat kucing berada di bawah pengaruh bius total sehingga tidak menimbulkan rasa sakit. Keberadaan tanda ini sangat membantu relawan dalam memantau populasi dan menghindari operasi ulang yang tidak diperlukan. Selain itu, ear tip memberikan kepastian bagi masyarakat bahwa kucing tersebut telah melalui proses yang aman dan terkontrol.
Komunitas Cat Lover Samarinda juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat sterilisasi serta pentingnya penandaan ear tip. Anggota komunitas, Maulida, mengatakan bahwa informasi mengenai vaksin dan steril gratis dari dinas maupun klinik swasta juga rutin dibagikan. “Kalau tidak diberi tanda ear tip terus dipotong lagi (disterilkan) kan kasihan ya kucingnya,” ujarnya.
Upaya ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk peduli terhadap kesejahteraan kucing di sekitar mereka. Dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan komunitas, populasi kucing di Samarinda dapat terjaga sehingga hubungan manusia dan hewan tetap harmonis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....