Cat Lover Samarinda Galakkan Gerakan Adopt Don't Shop

  • 08 Feb 2026 10:31 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Komunitas Cat Lover Samarinda mendorong gerakan adopt don’t shop sebagai langkah untuk menekan populasi kucing terlantar di kota ini. Menurut komunitas tersebut, memilih mengadopsi jauh lebih bermanfaat daripada membeli hewan peliharaan baru. 


Gerakan ini sekaligus menjadi ajakan bagi masyarakat untuk membuka ruang bagi kucing-kucing yang membutuhkan rumah, terutama yang ditemukan dalam kondisi kurang sehat. Cat Lover Samarinda menyebut masih banyak kucing yang memerlukan penanganan seperti pengobatan, perawatan kulit, hingga pemulihan kondisi fisik sebelum akhirnya bisa diadopsi.


Ketua Cat Lover Samarinda, Lucky Yulianti, menjelaskan bahwa setiap kucing memiliki karakteristik berbeda, termasuk antara kucing ras dan kucing domestik atau kucing kampung. Ia menuturkan bahwa kucing ras merupakan hasil pembiakan selektif dengan standar sertifikasi tertentu sehingga sifat dan ciri fisiknya relatif dapat diprediksi. Sementara itu, kucing domestik memiliki keragaman genetik lebih luas dan cenderung lebih tangguh secara alami.


“Kalau kucing kampung (kucing domestik) itu otomatis imunnya sudah terbentuk untuk alam liar. Kalau kucing ras harus beradaptasi terlebih dahulu dengan kondisi dan iklim yang ada di Indonesia, jadi otomatis badannya tidak terbiasa. Dari segi insting berburu mencari makan juga termasuk beda,” ucap Lucky dalam dialog Tonight Corner RRI Pro 2 Samarinda pada Sabtu, 7 Februari 2026.


Lucky menegaskan bahwa perbedaan karakteristik tersebut harus menjadi perhatian calon adopter. Kucing ras membutuhkan adaptasi lebih panjang, perawatan ekstra, hingga biaya pemeliharaan yang lebih tinggi. Sementara kucing domestik lebih mudah beradaptasi dan secara umum lebih kuat menghadapi kondisi lingkungan.


Cat Lover Samarinda juga menyoroti meningkatnya kasus pembuangan kucing di sejumlah lokasi publik. Salah satu titik yang kerap ditemukan adalah taman ekologis yang sejatinya dibuat sebagai ruang terbuka untuk berkumpul atau beraktivitas, seperti taman ekologi di dekat SMA Negeri 1 Samarinda.


Menurut komunitas, taman semacam itu justru kurang ramah bagi kucing karena minim sumber makanan dan tidak didesain untuk menampung hewan liar. Kondisi ini membuat kucing yang dibuang rentan mengalami kelaparan, penyakit, hingga konflik dengan hewan lain di sekitar area tersebut.


Cat Lover Samarinda berharap melalui edukasi dan gerakan adopt don’t shop, semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk mengadopsi dan merawat kucing secara bertanggung jawab. Upaya ini dinilai penting untuk mengurangi jumlah kucing terlantar sekaligus meningkatkan kesadaran tentang kesejahteraan hewan di Samarinda.​

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....