Menghayati Al-Qurán di Bulan Ramadan

  • 03 Feb 2026 11:55 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Bulan Ramadan dan Al-Qur'an adalah dua hal yang tak terpisahkan. Membaca Al-Qurán telah menjadi rutinitas setiap orang, bahkan dilakukan setiap hari. Namun, kebiasaan baik tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam perubahan perilaku sehari-hari.

Ustaz Muammar Zaky membagikan sebuah analogi menarik dari Gus Baha, mengenai hubungan manusia dengan Al-Qur'an. Beliau mengibaratkan Al-Qur'an seperti air mineral dalam botol yang sifatnya menyegarkan. Jika air tersebut hanya dibeli dan dibawa kemana-mana tanpa pernah diminum, maka rasa haus orang tersebut tidak akan pernah hilang.

"Al-Qur'an juga sama. Apabila ia membaca dan memahami maknanya, maka akan mendapatkan manfaatnya yaitu adalah hidayah," ujar Ustaz Zaky. 

Tadabbur atau merenung, menjadi kunci agar Al-Qur'an bisa menjadi rahmat. Ketika seseorang merenungkan ayat-ayat-Nya, ia akan menemukan banyak sekali bimbingan tentang bagaimana seharusnya manusia bersikap di bumi. 

Hubungan antara Ramadan, Al-Qur'an, dan hidayah adalah satu kesatuan. Hidayah tidak akan datang secara pasif, harus dijemput dengan cara mempelajari dan mengambil intisari dari setiap ayat Al-Qurán yang dibaca. 

Ustaz Zaky juga mengingatkan bahwa Al-Qur'an adalah kitab yang tidak mengandung keraguan sedikit pun. ‘’Dengan membaca dan merenungkannya secara mendalam, seorang Muslim akan mendapatkan hidayah untuk keselamatannya dan rahmat untuk kebahagiaan hidupnya’’, katanya.

Memasuki sisa waktu di bulan Syaban ini, mari kita ubah cara berinteraksi dengan Al-Qur'an. Fokus utamanya bukan pada kecepatan bacaan, namun pada penghayatan ayat-ayat suci yang mampu mengubah cara kita memandang dunia.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....