Isra Mi’raj 1447 H Momentum Memperbaiki Kualitas Ibadah

  • 26 Jan 2026 06:35 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad Saw 1447 Hijriah berlangsung khidmat di Masjid Jami’ Al Mauun, Jalan Gunung Merbabu, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, Minggu 25 Januari 2026.

Kegiatan keagamaan ini diikuti ratusan jamaah dari lingkungan sekitar masjid dan masyarakat umum. Peringatan Isra Mi’raj menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan serta meneladani akhlak Rasulullah Saw dalam kehidupan sehari-hari.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Muhammad Afif Mumtaz yang melantunkan Surah Al-Isra ayat 1–3. Suasana masjid tampak hening dan penuh kekhusyukan saat ayat-ayat suci dikumandangkan.

Sementara itu, saritilawah dibacakan oleh Dra. Hj. Maria Ulfah yang menyampaikan makna kandungan ayat Al-Qur’an agar lebih mudah dipahami oleh jamaah. Penjelasan tersebut menambah kekhidmatan dan pemahaman jamaah terhadap peristiwa Isra Mi’raj.

Ketua Pengurus Masjid Jami’ Al Mauun, Drs. H. Imansyah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah yang hadir dan pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap peringatan Isra Mi’raj dapat menjadi sarana meningkatkan keimanan dan kebersamaan umat Islam, ucapnya.

“Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk memperbaiki kualitas ibadah, khususnya sholat, serta memperkuat akhlak dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Imansyah.

Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh Al Habib Ridho Al Hirid. Dalam ceramahnya, ia mengulas perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW ke Kota Thaif yang disambut dengan lemparan dan penolakan oleh masyarakat setempat, katanya.

Menurut Al Habib Ridho, hikmah pertama dari peristiwa tersebut adalah larangan untuk berputus asa serta pentingnya kesabaran dalam menghadapi ujian hidup. Hikmah kedua adalah ajakan untuk membersihkan hati dan jiwa dari sifat buruk agar lebih dekat kepada Allah SWT, ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan ujian keimanan bagi umat Islam terhadap Nabi Muhammad Saw. Hikmah puncak dari perjalanan Isra Mi’raj, lanjutnya, adalah turunnya perintah sholat lima waktu sebagai kewajiban utama umat Islam, kata Al Habib Ridho.

Peringatan Isra Mi’raj di Masjid Jami’ Al Mauun ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh jamaah dapat mengamalkan nilai-nilai yang disampaikan dalam tausiyah dan menjadikan sholat sebagai tiang utama dalam kehidupan beragama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....